Dinas Peternakan Karanganyar Pastikan Hewan Kurban yang Dijual Dalam Kondisi Sehat
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan (Disnakan) Kabupaten Karanganyar melakukan pengecekan kelayakan hewan kurban.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muh radlis
"Tidak boleh memotong betina produktif, yang dipotong yang jantan. betina biar beranak," pungkasnya.
Lebih lanjut, selain pengecekan hewan kurban ini akan dilakukan sampai hari H, untuk mewaspadai penyaki menular kepada manusia.
Disnakan mencatat, populasi sapi dan domba pada tahun ini mengalami kenaikan sekitar 15 persen dari tahun lalu.
Siti menuturkan, populasi sapi sekitar 60 ribu se-Kabupaten Karanganyar dan domba sekitar 100 ribu lebih.
Pedagang kambing, Ngadiyanto mengatakan, ia dapat menjual kambing sebanyak 150 ekor kambing pada Hari Raya Idul Adha tahun lalu.
"Tahun ini ada sekitar 100 ekor lebih.
Jenisnya jawa, gimbal, gibas dan etawa.
Paling mahal gibas.
Harganya berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 3,8 juta," katanya kepada Tribunjateng.com.
Kepada Tribunjateng.com, ia mengaku sudah 5 tahun lamanya menjadi menjadi pedagang kambing sekaligus mengurus kambing milik Sutar.
"Hari biasa setor di 8 warung (olahan daging kambing).
Satu warung satu ekor per hari.
Menjelang Hari Raya Idhul Adha bisa menjual sekitar 15-20 ekor perhari," ungkapnya.
Adapun Ngadiyanto membeli kambing dari wilayah Wonogiri, Ponorogo, Pacitan dan Karanganyar.
"Kebanyakan dari Wonogiri," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/disnakan.jpg)