Gojek Kini Terapkan Layanan GoGreener, Tas Pengantaran Ramah Lingkungan Bagi Mitra Driver
Gojek mengenalkan GoGreener yakni sebuah inisiatif yang bertujuan memudahkan konsumen, mitra merchant, dan mitra driver menjalani gaya hidup.
Penulis: rival al manaf | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Aplikator transportasi online, Gojek mengenalkan GoGreener yakni sebuah inisiatif yang bertujuan memudahkan konsumen, mitra merchant, dan mitra driver menjalani gaya hidup ramah lingkungan.
GoGreener ada pada layanan GoFood melalui pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan makanan.
Menyediakan tas pengantaran yang dirancang khusus untuk mitra driver.
• Viral Kisah Inspiratif Lele, Driver Ojol Lulusan Undip, Ngojek Nyambi Kuliah Sejak Semester Lima
• Bagaimana Gojek Bisa Antarkan Pesanan Makanan Indonesia ke Rich Brian di AS? Ini Kata Pengelolanya
Hal itu dilakukan untuk mendukung upaya pengendalian sampah plastik sekali pakai di Indonesia.
Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo menyebut penting bagi GoFood ikut mendorong terwujudnya ekosistem bisnis ramah lingkungan.
"Kedua program tersebut merupakan proyek awal kami dan telah mendapatkan respon positif dari merchant maupun konsumen sejak diperkenalkan pada Juli 2019,” tulisnya dalam sebuah keterangan tertulis, Jumat (9/8/2019).
• Begini Penampakan Logo Baru Gojek, Nadiem Makarim : Simbol Evolusi Platform Teknologi On-Demand
• Viral Pengemudi Gojek Berikan Jaketnya untuk Tunawisma, Ini Kisah di Baliknya
Catherine menambahkan, pihaknya akan bekerja sama dengan organisasi lingkungan.
Yaitu Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), PlastikDetox, dan World Wildlife Fund (WWF)-Indonesia.
Tujuannya memberikan edukasi kepada mitra UMKM, mitra driver, dan para konsumen tentang pentingnya mengadopsi gaya hidup.
Dan operasional bisnis yang lebih ramah lingkungan melalui GoGreener.
Pemerintah melalui KLHK juga gencar mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah yang berasal dari plastik sekali pakai.
• Nasib Mesin Pengubah Sampah Plastik Jadi BBM Milik Utomo Belum Jelas, DLH: Masih Uji Laboratorium
• Kabupaten Pati Bebas Kantong Plastik, Bupati: Stiker Imbauan Bawa Tas, Kurangi Sampah Plastik
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, jumlah timbunan sampah secara nasional mencapai 175 ribu ton per hari.
Itu jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kilogram.
Dan 15 persen di antaranya adalah sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, hingga kantong belanja.
Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar menambahkan, melalui kerja sama ini, KLHK dan Gojek berkomitmen terus mengimbau masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberlangsungan lingkungan.
• Disiapkan Prodi Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Upaya UNS Surakarta Turut Kelola Kawasan Hutan Bromo
• Diskon Unik Pasang Kaca Film Iceberg, Cuma Berlaku di Reza Kaca Film Semarang, Ini Syaratnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gogreener-gojek-indonesia.jpg)