Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ratusan Karyawan PT Indoplas Karangawen Demak Dirikan Tenda Keprihatinan di Depan Gerbang Pabrik

Ratusan karyawan PT Indomulti Plasindo atau PT Indoplas berjaga di depan pabrik yang terletak di Desa Kuripan Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak.

Tayang:
Penulis: Moch Saifudin | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Karyawan PT Indoplas berjaga bergantian di tenda yang mereka sebut tenda keprihatinan di depan PT Indoplas, Desa Kuripan Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Ratusan karyawan mendirikan tenda keprihatinan di depan gerbang pabrik biji plastik atau PT Indomulti Plasindo Kabupaten Demak, Selasa (20/8/2019).

PT Indomulti Pasindo atau yang kerap dikenal dengan nama PT Indoplas ini terletak di Jalan Panjen RT 02/RW 02 Desa Kuripan Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, Selasa (20/8/2019).

Seorang karyawan PT Indoplas, Hermawan mengatakan ia bersama karyawan yang lain mendirikan tenda keprihatinan setelah mengetahui pabrik tempatnya bekerja dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.

"Kami baru mengetahui pabrik Indoplas dinyatakan pailit. Kemudian kami berjaga di sini berharap menuntut hak-hak kami sebelumnya yang tidak terpenuhi hingga saat ini," jelasnya Selasa (20/8/2019).

Belum Mendapat Gaji Sejak Mei dan THR, Ratusan Karyawan PT Indoplas Mengadu ke DPRD Demak

Hermawan mengaku telah bekerja sekitar 23 tahun di pabrik tersebut.

Tidak hanya dirinya, ada sekitar 220 karyawan yang sudah bekerja selama bertahun-tahun di PT Indoplas.

Sebelumnya, ia menjelaskan telah diberhentikan kerja secara sepihak oleh pihak pabrik sejak 28 Mei 2019.

"Setelah itu, kami tetap berangkat, namun untuk menjaga pabrik, dengan harapan mendapat respon dari pemilik pabrik," jelas karyawan yang mengaku bekerja sejak 1997 itu.

Sekira empat bulanan tersebut, lanjutnya, ia bersama karyawan lain berjaga secara bergantian di dalam pabrik tersebut.

Ia menjelaskan, penjagaan tersebut dilakukan sama seperti laiknya shift kerja selama tiga waktu dalam sehari yang dilakukan sekira 10-15 orang secara bergantian.

"Karena kami takut, setelah pabrik tutup, kemudian tidak mendapatkan pesangon yang menjadi hak kami. Kami pun selama lebaran Hari Raya Idulfitri dan Iduladha ada yang jaga di sini (PT Indoplas)," terangnya.

Sebelum Hadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Thailand Uji Coba Lawan Brasil

Hermawan menjelaskan, ketakutan tersebut bukanlah sembarang ketakutan yang tidak beralasan.

Ia menyebut, karyawan lain di pabrik yang berbeda di Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak juga pernah tutup, namun tidak dikawal oleh karyawan, sehingga karyawan tidak mendapatkan apa-apa setelah semua aset pabrik selesai dilelang.

Ia hanya berharap, gaji selama satu bulan (Mei) dan THR akan diberikan terlebih dahulu oleh pihak pabrik.

Mengingat sejak pabrik tidak beroperasi, ia belum mendapatkan kerja hingga saat ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved