Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OPINI: Pentingnya Psikoedukasi Deteksi Dini Gangguan Psikologi pada Lansia

Memberikan psikoedukasi mengenai screening atau deteksi dini gangguan psikologis pada Lansia sangat dibutuhkan guna meminimalisir gangguan psikologis.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
IST
Ilustrasi Lansia 

Oleh: Rini Setyowati SPsi MPsi, Psikolog/Dosen Psikologi FK UNS

ORANG lanjut usia atau biasa disebut Lansia menurut Departemen Kesehatan ialah seseorang yang sudah mencapai umur 60 tahun dan mengalami penuaan dari segi fisik, biologis, sosial dan kejiwaan.

Jumlah dan proporsi kelompok Lansia saat ini sekitar 600 juta jiwa dan diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya.

Pertumbuhan Lansia yang terus meningkat akan menyebabkan beberapa masalah yang timbul oleh proses penuaan.

Biasanya Lansia yang mengalami kemiskinan menyebabkan munculnya beberapa masalah kesehatan fisik, sosial, ekonomi, maupun psikologis.

Kesehatan psikologis Lansia dirasakan penting untuk diperhatikan.

Hal ini dikarenakan Lansia memiliki tugas-tugas perkembangan yang akan mempengaruhi perubahan psikologisnya.

Sebagian tugas perkembangan usia Lansia lebih banyak berkaitan dengan kehidupan pribadinnya dibanding dengan kehidupan yang bersangkutan dengan kehidupan orang lain.

Umumnya, apabila seseorang telah memasuki masa Lansia mulai merasakan beberapa kondisi-kondisi patologis, diantaranya tingkat energi dan tenaga yang menurun tidak seperti masa mudanya, kulit mulai keriput, kondisi tulang yang makin rapuh, ingatan berkurang, kondisi fisik mengalami penurunan secara berlipat ganda.

Hal ini menimbulkan dampak pada kehidupannya, para lansia dituntut untuk melakukan penyesuaian diri dan sosial lebih besar, sehingga rentang usia Lansia rentan terhadap gangguan atau kelainan fungsi fisik, sosial, maupun psikologis.

Gangguan psikologis yang sering dialami oleh lansia antara lain depresi, gangguan kecemasan, gangguan tidur, dementia, alzheimer dan sindroma diagnosis.

Gangguan psikologis pada Lansia ini dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain.

Namun, sebagian besar masyarakat atau para Lansia itu sendiri kurang menyadari gejala-gejala gangguan psikologis yang dialami Lansia.

Maka dari itu memberikan psikoedukasi mengenai screening atau deteksi dini gangguan psikologis pada Lansia sangat dibutuhkan guna meminimalisir gangguan psikologis yang lebih berat.

Dengan menyelaraskan kebutuhan fisik dengan kondisi psikologis maupun sosial mampu menjadikan Lansia lebih produktif.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved