Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Ini, Jepang Menyerah pada Sekutu 74 Tahun Lalu, Perang Dunia II Pun Berakhir

Hari ini 74 tahun lalu, 2 September 1945, Jepang resmi menyerah kepada Sekutu. Pernyataan menyerah dilakukan di atas kapal USS Missouri di Teluk Tokyo

Editor: m nur huda
Naval Historical Center
Menteri Luar Negeri Jepang Mamoru Shigemitsu menandatangani dokumen yang menyatakan penyerahan diri Jepang di geladak kapal perang USS Missouri disaksikan Jenderal Richard K Sutherland pada 2 September 1945. 

Hasil dari proyek tersebut adalah dua buah bom atom berjuluk Little Boy dan Fat Man yang kemudian digunakan untuk menekan Jepang.

Bom atom pertama dijatuhkan di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dari atas pesawat B-29 Superfortress.

Kota ini dipilih lantaran menjadi pusat industri dan markas militer terbesar di negara itu.

Awak pesawat B-29 Enola Gay dengan pilot Letkol Paul W Tibbets (tengah), berpose sebelum melakukan misi menjatuhkan bom atom Little Boy di Hiroshima, Jepang, pada 6 Agustus 1945.
Awak pesawat B-29 Enola Gay dengan pilot Letkol Paul W Tibbets (tengah), berpose sebelum melakukan misi menjatuhkan bom atom Little Boy di Hiroshima, Jepang, pada 6 Agustus 1945. (U.S. Army Air Force)

Setelah serangan tersebut, sebuah faksi dewan tertinggi Jepang mendukung penerimaan Deklarasi Postdam, namun mayoritas anggota lainnya menolak.

Kala itu, Pemerintah Jepang tidak bisa mengambil keputusan dalam situasi tersebut.

Selang tiga hari setelahnya, bom kedua dijatuhkan di Nagasaki oleh pesawat berjuluk Bock's Car.

Nagasaki dipilih lantaran menjadi salah satu pelabuhan terbesar Jepang.

Pengeboman kedua kota penting itu mengakibatkan Jepang luluh lantak.

Puluhan ribu orang menjadi korban tewas dan luka.

Pada malam harinya, Kaisar Jepang Hirohito mendukung proposal Perdana Menteri Suzuki untuk menerima Deklarasi Postdam.

Kehancuran yang menimpa dua kota penting Jepang membuat sang kaisar akhirnya memilih menyerah dan mengakhiri perang.

Pada 10 Agustus 1945, pesan tersebut diterima oleh pihak Sekutu.

Namun, sejumlah perwira militer belum mau menyerah sehingga timbul gejolak antara militer dan pemerintah yang memutuskan untuk menyerah.

Pada 15 Agustus 1945, dini hari, sebuah kudeta militer diluncurkan oleh sebuah faksi yang dipimpin oleh Mayor Kenji Hatanaka.

Para pemberontak tersebut ingin merebut kendali atas istana dan kekaisaran Jepang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved