Sopir Pikap di Blora Ini Nekat Bawa Bambu Setinggi 3 Meter dan Panjang 7 Meter, Begini Nasibnya

Untuk menekan angka kecelakaan akibat kendaraan yang kelebihan muatan, Satlantas Polres Blora dalam Operasi Patuh Candi 2019 kali ini melakukan

Sopir Pikap di Blora Ini Nekat Bawa Bambu Setinggi 3 Meter dan Panjang 7 Meter, Begini Nasibnya
IST
Sopir Pikap di Blora Ini Nekat Bawa Bambu Setinggi 3 Meter dan Panjang 7 Meter 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Untuk menekan angka kecelakaan akibat kendaraan yang kelebihan muatan, Satlantas Polres Blora dalam Operasi Patuh Candi 2019 kali ini melakukan penindakan tegas terhadap kendaraan yang mengangkut beban lebih banyak atau melebihi muatan dari seharusnya.

Seperti halnya yang pagi tadi, Senin (02/1/2019), anggota Satlantas Polres Blora melakukan penindakan tegas terhadap sebuah kendaraan roda empat jenis pikap pengangkut bambu yang membawa muatan berlebih di Jalan Gunandar Kabupaten Blora.

Petugas melihat sebuah sebuah mobil pikap mengangkut bambu yang berlebihan.

Bahkan tingginya mencapai 3 Meter, ditambah lagi panjangnya sekitar 7 meter hingga jauh melebihi panjang kendaraan tersebut dan tanpa pengamanan standart.

Menurut Kasat lantas Polres Blora AKP Edi Sutrisno, penindakan ini dilakukan oleh anggota yang sedang melaksanakan razia kendaraan di jalan raya Gunandar.

Ia menambahkan, penindakan yang dilakukan bertujuan untuk menertibkan kendaraan yang melebihi muatan.

Tidak Pakai Helm, Pengendara di Kebumen Ini Berusaha Kabur dan Tambah Laju Motornya

Juliyatmono Ingin Area Kantor Camat di Karanganyar Disulap Jadi Lokasi Bazar Produk Lokal

Berawal dari Narkoba, Komplotan Perampok Minimarket di Semarang Ini Dibekuk Polisi

Batik Khas Pekalongan Berlabel Hologram Jadi Jawaban Tantangan Era Industi 4.0

Hal itu membahayakan pengendara lain dan bisa mengakibatkan kecelakaan.

“Kelebihan muatan melebihi batas maksimal angkut yang ditentukan, dan tidak sesuai dengan buku uji KIR.

Juga ketinggian dan panjangnya sangat membahayakan.

Karena itu kami lakukan tindakan tegas agar tidak terjadi kecelakaan atau membahayakan pengendara di belakangnya,” ujar AKP Edi.

Lebih lanjut, Kasat Lantas mengatakan penindakan ini akan dilakukan secara rutin, demi terwujudnya Kamseltibcar lantas yang nyaman dan berkeselamatan di seluruh wilayah Kabupaten Blora.

“Penindakan kendaraan melebihi muatan, juga bertujuan sebagai pelajaran bagi seluruh masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas dan memikirkan keselamatan bersama selama di jalan raya,” pungkasnya. (*)

Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved