Bermodal Lahan 6 Meter, Wahud Dapat Puluhan Kilogram Anggur Sekali Panen

Budidaya buah-buahan atau sayuran tak melulu harus memerlukan lahan yang luas. Lahan sempit pun ternyata dapat disulap menjadi tempat budidaya

Bermodal Lahan 6 Meter, Wahud Dapat Puluhan Kilogram Anggur Sekali Panen
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah saat memanen anggur merah di kediaman petani bernama Wahud, Desa Mangunsaren, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Budidaya buah-buahan atau sayuran tak melulu harus memerlukan lahan yang luas.

Lahan sempit pun ternyata dapat disulap menjadi tempat budidaya tanaman, khususnya anggur merah.

Salah satu petani yang memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya anggur merah terdapat di Desa Mangunsaren, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal.

Bermodal lahan 6 meter, petani anggur sekaligus Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) bernama Wahud ini mampu menghasilkan 45 – 70 kilogram anggur merah dalam satu pohon.

“Dilahan 6 meter itu saya menanam dua pohon anggur merah, hasilnya pun sangat memuaskan.

Karena dalam waktu setahun dapat dipanen 2 kali.

Sekilo saya jual dengan harga Rp 25 ribu,” kata Wahud usai panen anggur merah bersama Bupati Tegal, Umi Azizah dan Kepala Distan-KP, Khofifah, di halaman rumahnya di Desa Mangunsaren, Tarub, Rabu (4/9/2019).

Buruan, Ada Cashback Sampai 50% Menggunakan LinkAja dari Pertamina

6.580 RTM di Kabupaten Pekalongan Dapat Bantuan Ayam dari Kementan

Hari Pelanggan Nasional, Paket Data 4G 4Gb dari Telkomsel Cuma Rp 10

6 Hari Operasi Patuh, Polres Semarang Sudah Tindak 1.368 Pelanggar, Beberapa Kendaraannya Disita

Menurut Umi, selain mempercantik halaman di lahan yang kosong, budidaya anggur juga memiliki nilai tambah tersendiri.

Sebab, kegiatan itu dapat mengubah halaman menjadi rindang sampai terpenuhinya kebutuhan oksigen.

"Ini juga dapat menambah penghasilan.

Mata kita terhibur dengan banyaknya anggur yang bergelantungan.

Selain dijual juga dapat memenuhi konsumsi kebutuhan buah-buahan sehari-hari,” kata Umi.

Dengan hasil anggur yang melimpah, Umi berharap masyarakat Kabupaten Tegal mampu meniru cara Pak Wahud memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya anggur.

“Saya sangat berharap langkah ini ditiru oleh seluruh masyarakat Kabupaten Tegal.

Selain ditanami anggur, lahan sempit juga bisa ditanam sayuran seperti daun bawang kucai yang bisa dimanfaatkan untuk mendoan,” pungkasnya. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved