Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Agar Tepat Sasaran, Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Listrik 900 VA Mulai Januari 2020

PT PLN (persero) memprediksi ada 27 juta pelanggan 900 VA yang tak akan lagi mendapat subsidi dari pemerintah.

IST
Tim PDKB PLN UP3 Salatiga melakukan penanganan gangguan pasca angin puting beliung di Bedono, Ambarawa. Tim PDKB maupun Pelayanan Teknik PLN terkadang menemui hambatan namun selalu siap menangangi gangguan dalam kondisi apapun. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pemerintah berencana mencabut subsidi listrik untuk pelanggan 900 VA mulai Januari 2020.

Hal itu merupakan satu hasil rapat panitia kerja anggaran di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/9).

Adapun, PT PLN (persero) memprediksi ada 27 juta pelanggan 900 VA yang tak akan lagi mendapat subsidi dari pemerintah.

“Nyambungnya (sambungan baru-Red) kan 3 jutaan tiap tahun, nah kami prediksi Januari besok jumlahnya jadi 27 juta (pelanggan 900 VA-Red)," ujar Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero), Djoko Raharjo Abumanan, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (4/9).

Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan agar subsidi yang diberikan pemerintah tepat sasaran.

Sebab, pemerintah saat ini menganggap pelanggan PLN dengan kapasitas 900 VA masuk dalam kategori mampu.

“Itu kan isu lama ya sebenarnya, bahwa subsidi itu harus terarah, tepat sasaran. PLN minta itu tepat sasaran,” ujarnya.

Adapun, dalam rapat panitia kerja (panja) anggaran terkait dengan subsidi di Ruang Badan Anggaran DPR, Selasa (3/9) lalu, pemerintah diwakili Kepala Badan Kebijakan Fiskal (Kementerian Keuangan) Suahasil Nazara, dan jajaran Dirjen Kementerian ESDM, antara lain Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana.

Usulan pencabutan subsidi itu menyasar 24,4 juta pelanggan listrik 900 VA yang datang dari Kementerian ESDM. Alasannya karena 24,4 juta pelanggan itu merupakan rumah tangga mampu (RTM).

"Apabila R1 900 VA-RTM dilepas subsidinya, maka subsidi listrik menjadi Rp 54,79 triliun," ujarnya, saat memberikan pemaparan.

Saat ini, dari 38 golongan pelanggan listrik, sebanyak 26 golongan di antaranya masih mendapatkan subsidi. Total jumlah pelanggan yang mendapatkan subsidi listrik mencapai 61 juta pelanggan.

Pelanggan itu terdiri dari 23,9 juta pelanggan listrik 450 VA, 31,5 juta pelanggan listrik 900 VA, dan 5,7 juta sisanya pelanggan yang terbagi pada 24 golongan lain.

Khusus untuk pelanggan listrik 900 VA, terdapat dua bagian yakni pelanggan yang miskin dan pelanggan yang mampu.

Total pelanggan rumah tangga mampu inilah yang mencapai 24,4 juta pelanggan.

Total subsidi untuk 24,4 juta pelanggan listrik 900 VA ini sebesar Rp 6,9 triliun. Subsidi itulah yang akan dicabut pemerintah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved