Agar Tepat Sasaran, Pemerintah Bakal Cabut Subsidi Listrik 900 VA Mulai Januari 2020
PT PLN (persero) memprediksi ada 27 juta pelanggan 900 VA yang tak akan lagi mendapat subsidi dari pemerintah.
Akibat pencabutan subsidi listrik 24,4 juta pelanggan listrik 900 VA-RTM ini, anggaran subsidi listrik hanya Rp 54,7 triliun pada 2020. Angka itu lebih kecil dari usulan di RAPBN 2020 yang sebesar Rp 62,2 triliun. Selain itu subsidi listrik 2020 juga lebih kecil dari 2019 yang mencapai Rp 65,3 trilliun.
"Diusulkan Kementerian ESDM bahwa tarif itu tidak lagi tarif subsidi. Sehingga secara subsidi turun dari Rp 61,7 triliun jadi Rp 54,8 triliun," kata Suahasil.
Berdampak langsung
Pencabutan subsidi listrik itu akan berdampak langsung kepada 24,4 juta pelanggan 900 VA-RTM. Kenaikan listrik
sudah pasti tidak terelakkan. "Pasti (naik-Red) karena kan subsidinya dicabut," ujar Pengamat energi dari Indonesian Resources Studies, Marwan Batubara.
Meski demikian, ia setuju subsidi listrik untuk masyakarat mampu dicabut. Tetapi, ia mempertanyakan basis data pemerintah yang mengatakan 24,4 juta pelanggan listrik 900 VA merupakan RTM.
Pemerintah pun diminta berhati-hati menarik data. Jangan sampai data 24,4 juta pelanggan yang subsidinya ditarik ternyata tidak valid. Apalagi, saat ini masyarakat sudah cukup terbebani dengan biaya kebutuhan hidup lain.
Bila data itu tidak valid, Marwan menyatakan, keputusan mencabut subsidi listrik justru akan menambah beban rakyat.
"Kondisi ekonomi masyakarat kan sedang sulit juga, jadi jangan malah beban itu ditambah dengan penghilangan subsidi," ucapnya. (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama/Yoga Sukmana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/berita-foto-pln-3.jpg)