Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengenal Batik Cap Motiv Demak Milik Yanto, Selalu Ada Gambar Belimbing dan Jambu

Batik cap motiv Demak meliputi motiv blimbing dan jambu sebagai icon Kabupaten Demak.

Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Rumah produksi batik cap milik Yanto di Genggongan Rt 5 Rw 2, Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Batik cap motiv Demak meliputi motiv blimbing dan jambu sebagai icon Kabupaten Demak.

Rumah produksi milik Yanto  di Genggongan Rt 5 Rw 2, Kelurahan Mangunjiwan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.

Yanto (46) menjelaskan motiv cap batik Demak biasanya bermotiv jambu, blimbing, dan ornamen Masjid Agung Demak.

"Ornamen Masjid Agung Demak biasanya Pintu Bledek, dan Dampar Kencono yang terdapat pada mimbar khutbah," jelasnya, Jumat (6/9/2019).

Selain itu, campuran motiv batik capnya biasa terdapat kembang kantil, motiv kawung dan lainnya.

Ia menjelaskan, konsumen batik Demak biasa memesan dengan warna cerah.

Selain itu, ia mengaku 80% penjualannya berasal dari penjual batik dan dinas di Kabupaten Demak.

45 Kelompok Tani di Pekalongan Dapat Bantuan 30,36 Ton Bibit Jagung Hibidra dari Kementan

Bupati Haryanto Jamin Keamanan Pelajar Asal Papua di Pati

APTI : Kenaikan Cukai Rokok Bisa Matikan Ekonomi Jutaan Petani Tembakau di Indonesia

Tangan Tiruan Buatan Mahasiswa Poltekkes Surakarta Raih Juara I di Ajang Krenova Karanganyar 2019

"Dalam sebulan saya biasa memproduksi 300-500 lembar kain batik cap," jelasnya.

Ia menjelaskan bisa menerima pesanan 100 pesanan untuk dikerjakan dalam 10 hari.

Ia juga pernah mengerjakan pesanan sebanyak 378 pesanan baik selama 10 hari pengerjaan.

"Minimal 300 lembar dalam sebulan," jelas Yanto.

Yanto menjelaskan, ia produksi batik cap seorang diri. Namun saat mendapat pesanan banyak, ia minta bantuan temannya untuk mengerjakan.

Ia menyebut, harga perlembar batik capnya yang berukuran 2 x 1,15 meter tersebut kisaran harga Rp 65-120 ribu.

Ia menyebut dalam satu tahun omset penjualan 2017, Rp 180 juta.

"Batik dari sini juga pernah laku oleh orang Australia saat bazar di Unnes. Batik tersebut bermotiv sisik, atau batik khas pantura," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved