Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pengamat Otomotif dan Youtuber Ridwan Hanif Kritik Mobil Esemka: Prosesnya Kok Tertutup?

Pengamat otomotif, Ridwan Hanif mengkritik proses pabrik mobil Esemka hingga peluncuran mobil tersebut.

Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
Pengamat Otomotif Ridwan Hanif Kritik Mobil Esemka: Prosesnya Kok Tertutup? 

TRIBUNJATENG.COM- Pengamat otomotif, Ridwan Hanif mengkritik proses pabrik mobil Esemka hingga peluncuran mobil tersebut.

Hal tersebut diungkap Ridwan Hanif di acara Sapa Indonesia Kompas TV yang tayang Sabtu (7/9/19).

Ridwan Hanif mengatakan pabrik mobil Esemka selama ini selalu tertutup.

"Masalahnya ada di komunikasi. Selama ini selalu tertutup, tidak terbuka, Sementara kalau bisnis otomotif, trust itu penting," ujar Ridwan Hanif.

Hoaks Atraksi Pagar Nusa Purbalingga Sebabkan 1 Korban Meninggal, Ini Klarifikasi Mukhlis

Guru Besar Arkeologi UGM: Pernyataan Ridwan Saidi Tidak Ada Sumber dan Bukti Fisiknya

AKP Ben Aras Tak Menduga Saat Razia Operasi Patuh Ada Emak-emak Nyanyikan Lagu Rhoma Irama

KEJI: Gadis Suku Baduy Ini Dibunuh dan Terus Disetubuhi Walau Sudah Meninggal

Hanif menjelaskan biasanya, pabril mobil sebelum produksi akan gencar melakukan publikasi.

"Biasanya, kalau pabrik mobil, saat peletakan batu pertama sudah ditunjukkan ke masyarakat, terus bikin show mobil-mobil yang akan diproduksi," ujarnya.

Ridwan hanif lantas mengaku belum melihat spesifikasi mobil Esemka.

"Spesifikasi mobilnya kita belum lihat, baru lihat di televisi dari hanya orang yang diundang yang tahu, dan nggak semua jurnalis otomotif yang diundang," ujarnya.

Ridwan Hanif membandingkan mobil Esemka dengan Vinfast yang diproduksi Vitenam.

Menurutnya, Mobil Esemka seharusnya meniru mobil Vinfast yang diproduksi Vitenam.

Ia menilai, Vinfast sangat terbuka dan niat untuk memproduksi mobil dan menjadikan hal itu sebagai bisnis.

"Vinfast itu pertama melakukan berpatner dengan general motor (GM), kemudian dia bekerjasama dengan beberapa pihak dalam onderdilnya, desainnya, kemudian mereka open order sejak 2008, bahkan brand ambbasador nya David Beckham, mereka bener-bener niatnya jualan dan ingin untung," ujarnya.

Ridwan Hanif menekankan bahwa kepercayaan masyarakat untuk membeli mobil adalah sesuatu yang sangat penting.

"Mobil itu kan sesuatu yang mahal, banyak mempertimbangan untuk membelinya, seharusnya yakinkan masyarakat bahwa produk ini bisa anda beli," ujar Ridwan Hanif.

Diketahui, mobil Esemka yang diluncurkan yakni Bima 1.2 dan Bima 1.3.

"Rencana demikian, untuk produk yang akan meluncur seperti yang sudah saya bicarakan beberapa waktu lalu, yakni Bima 1.2 dan Bima 1.3.Kita sudah komitmen soal ini," ucap Presiden Direktur Esemka Eddy Wirajaya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/9/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk tahap awal Esemka akan fokus pada untuk memproduksi kendaraan niaga ringan atau pikap.

Bima 1.2 dan 1.3 yang sama-sama menggunakan mesin bensin akan menjadi model pertama yang dilepas ke pasar.

Menurut Eddy, kendaraan pikap dipilih karena memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Esemka, yakni menggerakkan perekonomian di daerah-daerah.

Khususnya wilayah pinggiran.

Sementara untuk harga, sebelumnya juga sudah dibicarakan Eddy bila kisarannya tidak akan lebih dari Rp 150 juta.

Sisi keterjangkauan harga memang menjadi salah satu pertimbangan utama yang membuat kenapa akhirnya dipilih jenis kendaraan pikap ringan sebagai produk yang akan dipasarkan lebih dulu.

Hal ini sekaligus menepis isu mengenai adanya model SUV tujuh penumpang yang sempat dikabarkan siap untuk meluncur.

Menurut Eddy, SUV Garuda itu merupakan proyek Esemka selanjutnya.

Adapin model kabin ganda Digdaya juga belum akan diproduksi dan dipasarkan.

"SUV penumpang itu masih lama.

Kita tahu kompetisi untuk kendaraan penumpang apalagi SUV cukup berat dengan persaingan yang banyak.

Kalau yang double cabin, kita juga ada tapi secara harga itu cukup tinggi, jadi kita belum dulu luncurkan," kata Eddy.

Presiden Jokowi secara resmi meluncurkan mobil Esemka Bima 1.2 dan 1.3 jenis pikup produsen PT Solo Manufaktur Kreasi di Jalan Raya Demangan KM 3.5 Sambi-Boyolali, Jumat (6/9/2019)

Pada kesempatan tersebut Jokowi mengajak masyarakat membeli mobil produksi dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri otomotif karya anak bangsa.

"Banyak yang tanya kepada saya kenapa mau meresmikan pabrik mobil Esemka ini.

Jawabannya karena saya ingin mendukung pengembangan industri otomotif nasional dengan merk lokal.

Saya harap semuanya harus mendukung.

Saya tidak memaksa membeli barangnya.

Tapi wajib kita beli barang ini daripada beli barang lain produk lain apalagi impor," terangnya kepada Tribunjateng.com, di PT Solo Manufaktur Kreasi di Jalan Raya Demangan KM 3.5 Sambi-Boyolali, Jumat (6/9/2019)

Menurut Jokowi, seluruh mesin serta komponen lain dari mobil Esemka seluruhnya dirakit oleh anak-anak lulusan SMK.

Sebagai sebuah usaha pertama, mobil yang ada sudah semestinya patut acungi jempol.

Ia menambahkan, peluang masuk kepasaran diakuinya memang tidak mudah. Hanya saja kata dia sebagai sebuah bangsa yang bersedia menghargai produk dalam negeri bakal memberikan efek berantai.

"Karena pabrik Esemka ini akan memiliki efek berantai yang berperan dalam rantai pasokan yang panjang.

Multiplayer efek, secara umum ekonomi kita akan sangat besar. Semuanya harus mendukung," katanya

Dikatakannya, keseluruhan bahan baku pembuatan mobil Esemka ini sekira 80 persen berasal dari dalam negeri meski belum penuh 100 persen.

Meski demikian Jokowi optimis apabila seluruh komponen anak bangsa menghargai produk dalam negeri diyakini akan membawa kemajuan dan membuka lapangan pekerjaan.

Seusai menyampaikan pidato sekaligus meresmikan pabrik Esemka Presiden Jokowi dengan didampingi Manteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan uji kendaraan mengelilingi lokasi pabrik prodsen mobil Esemka.

Presiden Direktur Esemka Eddy Wirajaya berharap dengan diresmikan mobil Esemka akan menjadi satu langkah lebih maju meningkatkan SDM Indonesia.

Eddy menerangkan dalam proses pembuatan mobil Esemka sepenuhnya melibatkan lulusan SMK melalui sejumlah seleksi sehingga mampu berkarya bagi nusa dan bangsa.

"Kami berharap fasilitas ini dapat bermanfaat bagi Kabupaten Boyolali khususnya serta Indonesia umumnya," ujarnya. (*)

Penyebab Wanita Ini Lari Tanpa Busana di Kawasan UMS Solo Akhirnya Terungkap, Bukan Diperkosa

Fakta Mengejutkan Dibeberkan Orangtua Arifin Usai Tebas Leher Aldi, Ancam Ibunya Jika Ikut Campur

Lirik Lagu Man Ana Sabyan Gambus Lengkap dengan Artinya

Video Santuy, Saat Razia Emak emak Nyanyi Lagu Rhoma Irama

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved