Sulung Bangun Kembali Bunker yang Telah Terkubur, Tempat Sembunyi Rakyat dari Serdadu Jepang
Kedatangan bala tentara Jepang ke pemukiman menciptakan teror tersendiri bagi masyarakat.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kedatangan bala tentara Jepang ke pemukiman menciptakan teror tersendiri bagi masyarakat.
Deru mobil perang yang memasuki desa membuat jantung bedebar kencang.
Di dalamnya, para serdadu bersenjata siaga dengan muka garang.
Mereka suka merampas hasil bumi yang lahir dari keringat rakyat.
Penjajah juga tak segan membunuh warga yang tidak tunduk pada aturan mereka.
Bagi rakyat jelata, sulit melakukan perlawanan tanpa bekal kemampuan perang maupun persenjataan yang mumpuni.
Mereka memilih lari atau bersembunyi untuk menyelamatkan diri.
• 19 Desa di Kendal Berpotensi Besar Terdampak Kekeringan, 2633 Warga Sudah Merasakan Susahnya
• Truk Over Dimensi dan Loading Nekat Melintas di Tegal, Siap-siap Kena Denda Rp 500 Ribu
• Pertama di Indonesia, Alpha Queen Fat Freeze Hilangkan Lemak Membandel Tanpa Operasi
Benteng rapat sekalipun, namun didirikan di atas tanah, tak menjamin penghuninya selamat.
Karenanya, tempat rahasia perlu dicipta di bawah tanah.
Keberadaannya mesti tersembunyi, hingga penjajah terkelabuhi.
Ini pula yang dilakukan oleh masyarakat Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang Purbalingga semasa pendudukan Jepang dahulu.
Warga membuat tempat yang mereka yakini paling rahasia.
Mereka menggali tanah dan menciptakan lubang di dalamya.
Di bawah permukaan tanah itu, mereka membuat lorong serupa goa yang bisa menampung puluhan hingga ratusan orang.
Tempat rahasia itu tak akan terlihat oleh serdadu Jepang yang melitas di atasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dung-tang-replika-bunker.jpg)