Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sulung Bangun Kembali Bunker yang Telah Terkubur, Tempat Sembunyi Rakyat dari Serdadu Jepang

Kedatangan bala tentara Jepang ke pemukiman menciptakan teror tersendiri bagi masyarakat.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Dung Tang, replika bunker pada perang dunia 2. 

Melalui bunyian itu, warga menangkap pesan bahwa tentara Jepang mulai masuk pemukiman hingga bahaya mengancam.

Saat itu, warga berlarian untuk mencari tempat perlindungan.

Sebagian masuk ke lorong bawah tanah (bunker) yang telah mereka siapkan untuk tempat sembunyi.

Penduduk dari berbagai kalangan usia harus berjejalan dalam ruangan yang sempit hingga berjam-jam.

Bukan hanya menahan haus lapar, mereka harus bertahan dari situasi serba tak nyaman dalam ruang yang pengap.

Segala macam suara harus diredam agar tak ketahuan tentara Jepang.

Rakyat tak akan keluar sampai tentara Jepang pergi meninggalkan desa hingga situasi di luar aman.

Warga lain akan membunyikan Lesung dan Kentongan kembali sebagai petanda musuh telah pulang.

Saat itu, penduduk mulai meninggalkan bunker dengan perasaan lega.

Meski bahaya tetap mengintai sepanjang waktu, hingga para penjajah terusir dari bumi pertiwi.

"Goa ini dinamakan Dung Tang. Dung dari bunyi lesung, dan Tang berasal dari Kentongan,"katanya. (aqy)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved