Dhita Jual Pil Koplo Berlogo 'Y' Seharga Rp 20 Ribu per 4 Butir

Unit Reskrim Polisi Sektor (Polsek) Tegal Timur, berhasil meringkus seorang pengedar pil koplo di Kota Tegal.

Dhita Jual Pil Koplo Berlogo 'Y' Seharga Rp 20 Ribu per 4 Butir
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah menunjukan barang bukti 12 pil koplo yang dibawa oleh Dhita. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Unit Reskrim Polisi Sektor (Polsek) Tegal Timur, berhasil meringkus seorang pengedar pil koplo di Kota Tegal.

Pelaku Dhita Pramadi (35), ditangkap pada Minggu (1/9/2019), dengan barang bukti 12 butir pil koplo berlogo Y.

Di Kota Tegal pil koplo yang dijual Dhita dikenal dengan nama obat seret.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah mengatakan, pelaku menjual obat berwarna putih berlogo Y tersebut seharga Rp 20 ribu per paket.

Tiap paketnya berisi empat butir.

"Pelaku membeli obat dari bandar yang diduga bernama Unyeh.

Keuntungannya, dia mendapat upah obat," kata AKBP Rondhijah saat press conference di Mapolsek Tegal Timur, Jumat (14/9/2019).

Yanuar Beli Tembakau Gorila Lewat Instagram, Dijual Lagi per Batang Rp 50 Ribu

Kejagung Segera Lakukan Pelimpahan Tahap II Perkara Suap Mantan Aspidsus Kejati Jateng Kusnin

Karang Taruna Bhakti Karya Kaling Tasikmadu Karanganyar Masuk 15 Besar Tingkat Nasional

UPDATE : Ini Jenis Granat dan Bom yang Meledak di Gudang Senjata Brimob Polda Jateng

Menurut AKBP Rondhijah, mulanya Unit Reskrim Polsek Tegal Timur merazia kos di Jalan Sangir Kota Tegal, sekira pukul 16.00 WIB.

Di kamar penghuni yang berinisial AY, ditemukanlah enam butir obat berlogo Y.

AY diintrogasi, ia mengaku mendapat obat tersebut dari Dhita.

Dari informasi warga, Dhita sering berada di Desa Pandean Kabupaten Tegal.

Saat Unit Reskrim Polsek Tegal Timur ke Desa Pendean sekira pukul 21.30, Dhita terlihat sedang mengobrol dengan warga.

"Kerena gelagatnya tampak mencurigakan, Dhita pun dibawa ke kantor.

Ternyata benar, dia sedang membawa 12 obat, berlogo Y" katanya.

Kini atas perbuatannya, Dhita terjerat Pasal 196 junto 197 UURI No 36 tahun 2019 dengan ancaman pidana tahanan maksimal 15 tahun. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved