Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ganjar : 7 Kepala Sekolah di Jateng Diindikasi Terpapar Radikalisme

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan adanya indikasi radikalisme di sejumlah sekolah SMA/SMK/SLB negeri di Jawa Tengah.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
IST
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara Halaqoh Kyai Santri Tentang Pencegahan Terorisme di Hotel Grand Syahid Salatiga, Sabtu (14/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebutkan adanya indikasi radikalisme di sejumlah sekolah SMA/SMK/SLB negeri di Jawa Tengah.

Dari hasil pemantauan, setidaknya ada tujuh kepala sekolah yang diduga terindikasi dalam jaringan radikalisme.

Hal itu disampaikan Ganjar saat menghadiri acara Halaqoh Kyai Santri Tentang Pencegahan Terorisme di Hotel Grand Syahid Salatiga, Sabtu (14/9/2019).

Menurutnya, ketujuh kepala sekolah itu saat ini sedang dibina untuk kembali ke jalan yang benar.

"Sekarang masih kami bina untuk kembali ke jalan yang benar.

Kalau tidak mau, ya diambil tindakan tegas," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Sabtu (14/9/2019)

Ganjar menilai sekolah kondisinya sekarang menjadi tempat yang harus segera dibereskan mengenai idiologi.

Ia sendiri mengakan sudah mendapat laporan dari banyak tokoh agama dan masyarakat mengenai penanaman paham radikalisme di sekolah yang dilakukan sangat massif.

Beberapa laporan yang masuk lanjut dia, isu radikalisme diberikan melalui mata pelajaran dan juga kegiatan ekstrakulikuler.

Sedang Nongkrong, Yoni Langsung Ditangkap Polisi. Ada Ratusan Pil Koplo di Dalam Bungkus Rokok

UPDATE : Ini Jenis Granat dan Bom yang Meledak di Gudang Brimob Polda Jateng

Kejagung Segera Lakukan Pelimpahan Tahap II Perkara Suap Mantan Aspidsus Kejati Jateng Kusnin

UPDATE : Kronologi Lengkap Terbakarnya Gudang Bahan Peledak Brimob, 7 Bom Besar Meledak

"Sekolah memang yang akan kami bereskan secepatnya.

Setelah sekolah adalah pemerintahan.

Dua hal ini yang menjadi fokus saya.

Maka saya mengajak ayo semua organisasi keagamaan untuk bareng-bareng meluruskan idiologi bangsa ini," kataya

Pihaknya meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif memantau radikalisme.

Apabila ada hal yang mencurigakan atau penyebaran paham radikalisme, harus segera melaporkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved