Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Serunya Memetik Stroberi di Tawangmangu Karanganyar, Hanya Rp 80 Ribu per Kilogram

Wisata petik stoberi langsung dari kebunnya memiliki sensansi tersendiri. Apabila sedang berwisata di daerah sekitaran Lereng Gunung Lawu,

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Pengunjung saat memetik stroberi di Sekipan Tawangmangu Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Wisata petik stoberi langsung dari kebunnya memiliki sensansi tersendiri.

Apabila sedang berwisata di daerah sekitaran Lereng Gunung Lawu, sempatkanlah mampir di wisata petik stoberi yang terletak di Sekipan Desa Kalisoro Tawangmangu Kabupaten Karanganyar.

Letaknya tidak jauh dari wahana wisata Bukit Sekipan.

Plakat wisata petik stoberi terpasang di sisi kiri jalan yang menjadi akses menuju Bukit Sekipan.

Di lahan seluas 2.000 meter persegi itu, para pengunjung dapat memetik stroberi langsung dari kebunnya.

World Up Clean Day, Bupati Sragen Ajak Warga Lakukan Gerakan Pungut Sampah Serentak

Peringati HUT ke 64 Polantas, Satlantas Polres Tegal Kota Lakukan Donor Darah

Polisi di Purworejo Ajak Warga Pungut Sampat di Kutoarjo, Dari Alun-alun hingga Terminal

Sembari mengenakan caping dan membawa gunting serta wadah besek dari plastik, memetik stoberi secara langsung menjadi hal yang menarik.

Ditambah lagi pemandangan alam serta udara sejuknya, bukan tidak mungkin membuat para pengunjung kerasan berada di kebun stroberi.

Momen menyenangkan itu juga dapat diabadikan melalui kamera ponsel, berswafoto dengan latar kebun stoberi serta bukit yang ada di sekitaran lereng Gunung Lawu.

Adapun pengunjung tidak diperkenankan memakan buah stoberi sebelum ditimbang terlebih dahulu.

"Perkilo harganya Rp 80 ribu.

Apabila ingin dibawa pulang, disediakan wadah besek berbahan plastik dan mika plastik," kata Pemilik Kebun, Naimah (60) kepada Tribunjateng.com.

Ia mengatakan, wisata petik stoberi ramai pengunjung saat akhir pekan, kebanyakan yang datang rombongan tapi ada yang datang satu atau dua orang pengunjung.

Selain berasal dari wilayah Soloraya, pengunjung juga ada yang berasal dari luar kota seperti Jakarta.

Wisata petik ini mulai dibuka sejak 2015 lalu. Ide wisata petik langsung tersebut bermula dari banyaknya vila dan pengunjung yang berwisata di sekitaran Sekipan.

"Karena pengunjung ramai mulai dibuka sejak 4 tahun lalu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved