BUMDes Sejahtera Maju Karanganyar Kembangkan Bimbel Bagi Pelajar SD, Cuma Rp 7 Ribu per Pertemuan
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera Desa Matesih Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar mengembangkan Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi
Penulis: Agus Iswadi | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera Desa Matesih Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar mengembangkan Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi pelajar SD di sekitaran Desa.
BUMDes yang badan hukumnya dibentuk pada akhir 2017 itu kini memiliki tiga unit usaha.
Selain Bimbel, ada pengelolaan sampah dan Payment Point Online Bank (PPOB).
Pemdes Matesih memberikan modal sebanyak Rp 101,9 juta yang diambilkan dari Dana Desa (DD) 2017 dan tambahan modal Rp 50 juta dari DD 2018 serta Rp 138 juta dari DD 2019.
Adapun unit usaha Bimbel dijalankan pada Juni 2018. Melihat banyaknya tenaga pendidik dan tidak adanya lembaga Bimbel di sekitar wilayah Desa Matesih menjadi ide awal pendirian Bimbel bagi pelajar SD.
• Informa dan Toys Kingdom Buka di Kota Tegal, Ada Promo Hot Deals Hingga 60 Persen
• Wahyu Nur Aini Sumbang 2 Medali di Pomnas XVI di Jakarta
• Pendemo RUU KPK dan KUHP di Pekalongan Lega, DPRD Langsung Fax 11 Tuntutan ke DPR RI
• Ribuan Polisi Disiagakan Amankan Jalannya Pilkades Serentah di 205 Desa di Kabupaten Batang
Sekretaris Maju Sejahtera, Aditya Tulus Nugraha (27) menyampaikan, sampai saat ini ada sebanyak 98 siswa SD yang mengikuti Bimbel.
Mereka berasal dari Desa Matesih dan sekitarnya. Mereka dididik oleh tujuh guru honorer.
Para guru tersebut mendapatkan penghasilan sebesar Rp 30 ribu per pertemuan.
Selain memberikan penguatan materi pelajaran, peserta Bimbel juga diberikan materi pendidikan alam, moral dan keterampilan.
Dalam kegiatan bimbingan belajar, pihaknya memanfaatkan ruangan di Balai Desa Matesih yang dulunya digunakan untuk ruang PKK.
"Di sekitar sini (Desa Matesih) tidak ada lembaga Bimbel, ada pun jaraknya jauh sekitar 10 Km.
Kami memberikan akses pendidikan bagi mereka," katanya saat ditemui Tribunjateng.com, Rabu (25/9/2019).
Sistem pembayarannya, peserta Bimbel dapat membayar setiap pertemuan, satu bulan maupun satu semester.
Biaya Bimbel per pertemuan sebesar Rp 7.000.
Mulai dari periode Agustus 2018 hingga Desember 2018 unit usaha Bimbel tersebut memperoleh pendapatan sebanyak Rp 14,3 juta, sedangkan periode Januari 2019 hingga Maret 2019 sebanyak Rp 4,5 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bimbel-ais.jpg)