Puisi Kampanye Perubahan Iklim Anak Difabel Semarang: Siapa yang Mau Menolong Alam Ini?

Sejumlah anak-anak dan penyandang difabel Semarang memberikan perhatian pada perubahan iklim dan pemanasan global yang tengah terjadi.

Puisi Kampanye Perubahan Iklim Anak Difabel Semarang: Siapa yang Mau Menolong Alam Ini?
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Warga masyarakat Kota Semarang yang terdiri dari sejumlah aktivis peduli lingkungan, mahasiswa, para orang tua, anak-anak dan penyandang difabel melakukan aksi treatrikal dan aksi Kegelisahan tentang gentingnya krisis iklim yang terjadi di belahan dunia yang berlangsung di depan Gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (27/9). Aksi damai Karnaval #JedaUntukIklim Semarang ini menampilkan sejumlah treatrikal seperti membacakan puisi. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sejumlah anak-anak dan penyandang difabel Semarang memberikan perhatian pada perubahan iklim dan pemanasan global yang tengah terjadi.

Kampanye perubahan iklim pun dilakukan dengan berjalan dari depan Masjid Baiturrahman, mengitari Lapangan Pancasila Simpanglima, kemudian berakhir di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jumat (27/9/2019).

Poster berisi tulisan pesan-pesan soal iklim pun dibentangkan. Tak ketinggalan poster, spanduk, kostum, serta atribut bertema kelestarian alam dan lingkungan.

Aksi ini mereka namai Karnaval #JedaUntukIklim Semarang.

Di depan Kantor Gubernur Jateng merka telah menyiapkan panggung aspirasi untuk anak- anak dan penyandang difabel.

Di situ mereka membacakan puisi dan surat terbuka untuk presiden, menyanyi, dan berdoa.

Tindak 99 Kasus,KPPBC Kudus Sita 14 Juta Batang Rokok Ilegal

Disdukcapil Kabupaten Tegal Rancang Sirep, Ini Manfaatnya Bagi Warga

59 Wakil Kepala Daerah Kumpul di Tegal, Ini yang Dibahas

Polisi Tangkap Pelajar SMK yang Ikut Demo di Magelang, Ada yang Bawa Senjata Tajam dan Mabuk

"Alam sekarang ini sudah krisis. Kalau bukan kita siapa lagi yang mau menolong alam ini?

Paling tidak anak cucu kita bisa menikmati alam yang lebih baik," tutur seorang difabel, Reza Kurniawan (20) membawakan beberapa bait puisi karangannya.

Reza merupakan penyandang cerebral palsy atau ketidakmampuan untuk menggerakan tubuh secara maksimal.

Hal ini terjadi disebabkan karena cedera otak atau masalah dengan perkembangan otak.

Halaman
123
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved