Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengenal Banjoemas History Heritage Community, Komunitas Sejarah yang Saat Ini Kesulitan Regenerasi

Banjoemas History Heritage Community adalah sebuah komunitas pecinta sejarah dan peninggalan sejarah di wilayah eks-karesidenan Banyumas.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Jatmiko Wicaksono (40) sang penggagas Banjoemas History Heritage Community dalam acara Pameran Arsip di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, pada Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Banjoemas History Heritage Community adalah sebuah komunitas pecinta sejarah dan peninggalan sejarah di wilayah eks-karesidenan Banyumas.

Eksis sejak 2011, BHHC hadir atas kecintaan Jatmiko Wicaksono (40) sang penggagas terhadap warisan budaya lokal yang berharga namun tidak dijaga dengan baik.

Kegiatan yang biasa mereka lakukan adalah dalam bentuk penulisan sejarah lokal, diskusi sejarah hingga jelajah sejarah Banyumas.

"Yang paling digemari biasanya adalah kegiatan jelajah Banyumas.

Kita ajak generasi muda, jalan-jalan ke tempat bersejarah di Banyumas seperti menyusuri bekas rel-rel kereta sekaligus menceritakan sejarahnya," ujar Jatmiko kepada Tribunjateng.com, Jumat (4/10/2019).

Jatmiko menjelaskan jika dirinya sengaja menggunakan ejaan lama 'Banjoemas'.

Sebab dahulu Banyumas dikenal masih satu wilayah karesidenan, yang terdiri dari 4 Kabupaten, yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap.

Perusahaan Teknologi dan Komunitas Film Latih Pelajar di Kendal, Hasilnya Akan Tayang di VIU

Desa Patianom Pekalongan Akan Jadi Tujuan Wisata Mandiri, Asip: Mancing, Bakar Ikan, Ngulek Sendiri

Di Kota Tegal Hanya 10 SD yang Toiletnya Dinyatakan Layak, Dedy: Toilet Bersih Tergantung Kepseknya

Banderol Wanita Sekali Kencan Rp 1,5 Juta, Mucikari Ini Divonis 1,5 Tahun Penjara

BHHC memang sangat fokus dan intens membicarakan tentang arsip sejarah lokal yang ada di eks-karesidenan Banyumas.

"Arsip keluarga adalah serpihan sejarah lokal sekaligus pilar sejarah nasional.

Artinya sejarah itu saling melengkapi," paparnya.

Jatmiko beserta rekan-rekannya yang lain hadir dalam acara Pameran Arsip di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Banyumas.

Dirinya bercerita jika dalam pemeran arsip ia ingin menampilkan bukti-bukti sejarah yang belum belum banyak orang tahu.

"Hampir semua yang ada disini adalah arsip keluarga.

Foto-foto dan dokumen sejarah yang dipajang adalah koleksi milik saya sendiri," katanya.

Sebagian koleksi foto dan dokumen yang dia miliki berasal dari rumah-rumah yang notabene tidak peduli dengan sejarah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved