PMI Batang Pamerkan Mang-Ec di PRB Tingkat Nasional di Bangka Belitung

PMI Batang memaparkan keberhasilan dalam mengelola Mangrove Education Center (Mang-Ec) pada eringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat

PMI Batang Pamerkan Mang-Ec di PRB Tingkat Nasional di Bangka Belitung
IST
Perwakilan PMI Batang Nur Hadi bersama Peneliti PPPH KLHK, Agustinus P Tampubolon dan Surya Rahman M dari Humanitarian Forum Indonesia (HFI) pada Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat Nasional, Minggu (13/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - PMI Batang memaparkan keberhasilan dalam mengelola Mangrove Education Center (Mang-Ec) pada eringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat Nasional, yang pusatkan di Provinsi Bangka Belitung mulai 11 hingga 13 Oktober 2019.

Perwakilan PMI Batang, Nur Hadi atau akrab disapa Suwung, diberi kesempatan memamerkan Pengelolaan Mangrove Mang-Ec untuk livelihood, dihadapan ratusan peserta yang terdiri dari Kementerian/ Lembaga, BPBD, Organisasi Nasional, Daerah, Forum PRB, praktisi kebencanaan, perguruan tinggi, lembaga usaha, dan organisasi masyarakat.

Serta melibatkan juga para disabilitas, di Kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Suwung menjelaskan PMI Batang mendapat kepercayaan untuk menjadi rujukan dalam Technical Event (TE) PRB Nasional lantaran PMI Batang dianggap berhasil dalam usaha nyata pengelolaan mangrove untuk kelestarian lingkungan pesisir yang berbasis masyarakat.

Sehingga pihak swasta mau berinvestasi, kemudian diwujudkan menjadi replikasi program PRB dibeberapa wilayah pesisir.

Kuliner Tegal : Kepala dan Kikil Kambing Semur Legendaris Cuma Rp 17 Ribu

Warga Kebun Lancung Pakai LBH Ajukan Peningkatan Status Tanah yang Ditempatinya

Tingginya Stunting di Sragen Satu Diantaranya Dipengaruhi Penikahan di Bawah Umur

Dorong UMKM Go Global dan Go Digital, BI Jateng Buat Pameran, Target Transaksi Rp 500 Juta per Hari

Diketahui, Mang-Ec PMI Batang yang berlokasi di Kawasan Pantai Sigandu Desa klidang Lor, dikelola oleh Siaga Bencana Berbasis masyarakat (Sibat) dari desa Klidang Lor dan Karangasem Utara.

Pengelolaan Mang-Ec, selain sebagai upaya penyelematan kawasan pesisir, bertujuan juga untuk mata pencaharian alternatif seperti sekolah mangrove, pembibitan, wisata dan lainnya.
Sejauh ini mang-Ec ramai dikunjungi oleh pelajar maupun mahasiswa untuk belajar mangrove dan manfaatnya.

"Dari pertemuan ini, diharapkan adanya masukan dari berbagai pihak untuk dapat menjadi komitmen bersama dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia, khususnya bagi daerah yang memiliki pesisir," ujar Suwung saat dihubungi, Minggu (13/10/2019).

Kendati dinilai berhasil kelola Mang-Ec, Suwun berpesan penanganan kawasan pesisir untuk pengurangan resiko bencana belum selesai, mengingat panjang pantai Batang belum tertangani, sehingga pihak pemerintah dan swasta serta bantuan pihak dalam dan luar negeri masih diperlukan.

Pasalnya bencana abrasi, instrusi, banjir, dan sebagainya harus diatasi secara terpadu, terarah dan berkelanjutan.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved