90 Kepala Sekolah dan 3 Pejabat tinggi pratama Dilantik, Ini Pesan Wali Kota Semarang
Sebanyak 90 kepala sekolah setingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan tiga pejabat tinggi pratama dilantik
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 90 kepala sekolah setingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan tiga pejabat tinggi pratama dilantik mengemban jabatan baru di lingkungan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Selasa (22/10/2019).
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menuturkan, pergeseran jabatan menjadi tour of duty.
Pejabat yang sudah lama di satu organisasi dirotasi ke tempat yang baru supaya muncul ide-ide baru dalam mempimpin.
"Supaya ada penyegaran, menjadi pemimpin yang out of the box, quick respond, dan harus ada sebuah upaya untui menangani persoalan dari skala kecil hingga besar," tutur Hendi, sapaan akrabnya.
Kepada para kepala sekolah yang baru saja dilantik sekaligus Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Hendi berharap, dapat menciptakan sekolah yang nyaman.
• Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular, Dinkes Sragen Targetkan 3.000 Orang Terperiksa
• Angin Kencang di Jawa Tengah, Ribuan Rumah Rusak dan 1 Orang Luka Berat
• Dibya Sebut Hasil Penjualan di Property Expo Semarang ke 7 Belum Memuaskan
• 8 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Kota Tegal, 5 Diantaranya Dilakukan Caleg
Para kepala sekolah diminta untuk memperhatikan lebih detail terkait infrastruktur, sarana dan prasarana, maupun kebersihan lingkungan sekolah.
Dia tidak ingin kejadian runtuhnya infrastruktur yang terjadi beberapa waktu lalu di SD wilayah Gunungpati kembali terulang.
"Saya tidak ingin bangunan jelek, atap roboh. Selain terkait bangunan, problem tentang kebersihan harus diperhatikan. Dicek saluran-salurannya," pintanya.
Hendi juga meminta kepala sekolah dapat menciptakan sekolah ramah anak yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemkot Semarang.
Menurutya, kenyamanan sekolah dapat dilihat dari semangat anak untuk belajar di Sekolah.
"Kalau anak tidak mau sekolah, berarti ada yang keliru.
Di sekolah tidak boleh ada bully, intimidasi, maupun cemooh, supaya anak-anak merasa nyaman karena hampir sepertiga hari mereka ada di sekolah.
Itu yang saya inginkan standar sebuah sekolah," paparnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri memaparkan, sebanyak 90 kepala sekolah yang baru saja dilantik, 33 diantaranya promosi jabatan, sementara sisanya merupakan kepala sekolah yang dimutasi.
Menurutnya, sebagai seorang yang berkecimpung memberikan pelayanan pendidikan, ada tiga pekerjaan yang harus diperhatikan, yakni peningkatan sarana dan prasarana, mutu pendidikan, dan kesejahteraan guru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lantik-guru-sd.jpg)