Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Disdik Kota Semarang Upayakan Minimal 1 Guru Pendamping Khusus per Kecamatan

ekolah Dasar di Kota Semarang dilatih menjadi sekolah inklusi, menerima anak berkebutuhan khusus.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
tribunjateng/alaqsha gilang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekolah Dasar di Kota Semarang dilatih menjadi sekolah inklusi, menerima anak berkebutuhan khusus.

Disdik Kota Semarang, mengupayakan agar tiap kecamatan di Kota Semarang terdapat guru pendamping khusus untuk mendampingi anak-anak tersebut.

"Untuk kebutuhan guru pendamping, minimal satu kecamatan kami upayakan satu guru pendamping khusus (GPK)."

"Agar layanan anak inklusi di Semarang dapat terlayani," kata Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri, usai workshop pengembangan kurikulum SD penyelenggara inklusi di kantornya, Selasa (22/10/2019).

Menurut Gunawan hingga saat ini GPK di Kota Semarang cukup baik.

Misalnya, jumlah SD di Kota Semarang yang menerima anak berkebutuhan khusus hingga saat ini ada 20 sekolah.

Peringati HSN 2019, Santri MI Qudsiyyah Kudus Berdoa di Makam Pendiri Madrasah

Hari Santri 2019, Pemkot Salatiga Serahkan 2 Unit Mobil Operasional ke PCNU

Pilkades Kopeng Kabupaten Semarang Diikuti 4 Calon, Ada Pengusaha hingga PNS

Pengelolaan Kearsipan Pemkab Tegal Dinilai Masih Buruk, Ini Kata Bupati

Sehingga dengan upaya minimal 1 GPK di tiap kecamatan di Kota Semarang, edukasi yang diberikan khusus untuk anak berkebutuhan khusus di Kota Semarang semakin maksimal.

"Sebagaimana amanah Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan PP Nomor 70 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan Pendidikan Inklusif," papar Gunawan.

Gunawan menerangkan untuk mengupayakan adanya 1 GPK di tiap kecamatan di Kota Semarang, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Satu di antaranya Perguruan Tinggi di Kota Semarang khususnya pencetak calon-calon guru.

"Artinya ada tenaga muda yang mendapatkan edukasi terkait menangani anak berkebutuhan khusus, langsung diterjunkan begitu lulus kuliah," terangnya.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Disdik Kota Semarang Agus Sutrisno, menambahkan, hal tersebut diupayakan Disdik agar semua anak di Kota Semarang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.

Selain itu juga pihaknya terus mengembangkan materi-materi pembelajaran yang responsif dan dapat diterima anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Semarang.

"Artinya ada kerangka pengembangan kurikulum adaptif bagi sekolah penyelenggara Inkkusi sesuai dengan anak-anak berkebutuhan khusus," lanjutnya. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved