Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pedagang Pasar Karanglewas Purwokerto Diminta Tidak Tergiur Pinjaman Tanpa Agunan

Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas, mengajak pedagang di Pasar

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Tim dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto saat melakukan sosialisasi di Pasar Kliwon, Purwokerto, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas, mengajak pedagang di Pasar Kliwon untuk menolak rayuan pinjaman pihak rentenir.

Oleh karena itu, Kantor OJK Purwokerto dan TPAKD Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Grebek Inklusi Keuangan dan Sosialisasi Waspada Investasi Bodong di Pasar Kliwon, Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Kamis (24/10/2019).

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono dalam sambutannya mengatakan jika pedagang agar tidak tergiur tawaran pinjaman dana tanpa agunan dan bunga yang sangat besar.

Wakil bupati berkeliling pasar dan mendatangi para pedagang yang sedang berjualan.

Acara grebek pasar diisi dengan membagikan selebaran yang berkaitan dengan program pinjaman lunak.

Selain itu menawarkan persyaratan mudah serta bunga ringan yang disediakan oleh perbankan dan lembaga keuangan formal.

Apindo Usul UMK Kota Semarang 2020 Rp 2,7 Juta, Serikat Buruh Ingin Lebih

5 Ribu Ayam Terbakar di Kota Tegal, Warga Sekitar Berebut Bangkai untuk Pakan Lele

Warga Salatiga Siap-siap, Pemkot Buka 237 Formasi CPNS

Layanan Uji KIR di Dishub Kabupaten Tegal Ditutup, Ini Penyebabnya

"Acara tersebut digelar untuk mengantisipasi rentenir yang biasa disebut masyarakat sebagai Bank Plecit atau Bank Ucek-Ucek," kata Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada Tribunjateng.com, Kamis (24/10/2019).

"Rentenir bunganya itu bisa 20 persen per bulan," imbuhnya.

Wakil bupati menyampaikan jika regulasi perbankan semestinya perlu diubah supaya lebih proaktif.

Pihak perbankan bisa mendatangi nasabah secara langsung setiap hari.

"Datangnya harian, pengembaliannya harian, dari BPR sudah beberapa yang melakukan itu.

Persyaratannya saya minta dipermudah, kalau dari bank yang tidak profesional saja bisa, pasti bank yang lebih profesional lebih bisa," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Kliwon, Erlin Darmawan mengakui banyak pedagang yang terjerat utang rentenir.

Perusahaan Daerah Pasar Satria selaku pengelola Pasar Kliwon terus berusaha mengantisipasi agar pedagang tidak terjerat rentenir.

"Salah satu caranya melalui koperasi dengan memberikan pinjaman tanpa bunga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved