Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Inspirasi : Berkat Porang Paidi Jadi Miliarder

Tanaman Porang belum begitu populer di Jawa Tengah. Bahkan saat nama itu disebut, banyak orang tak tahu jenis tanaman atau buah apa itu

KOMPAS.com/Muhlis Al Alawi
Paidi, warga Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun menunjukkan umbi porang yang akan diekpsor ke luar negeri. Paidi sukses mengembangkan porang hingga mengubah nasibnya pemulung menjadi milyader 

TRIBUNJATENG.COM -- Ada baiknya petani Jawa Tengah mencoba tanam porang di bawah pohon mahoni atau pokok jati. Jenis tanaman porang ini mudah tumbuh di bawah besar atau biasa di kawasan milik Perhutani.

Tanaman Porang belum begitu populer di Jawa Tengah. Bahkan saat nama itu disebut, banyak orang tak tahu jenis tanaman atau buah apa itu. Padahal sejatinya porang mudah tumbuh di lahan manapun termasuk di Jawa Tengah.

Seorang pemulung di Madiun, bernama Paidi sudah lama berhenti dari profesinya itu. Kini dia sukses menjadi miliarder setelah menekuni cocok tanam Porang, yaitu sejenis iles-iles atau umbi-umbian yang masih satu marga dengan Amorphophallus. Karena masih sekerabat dan mirip penampilan dan manfaatnya dengan suweg dan walur. Nama ilmiah adalah Amorphophallus muelleri. Seperti tanaman kecil Bunga Bangkai.

Tanaman yang menjadi komoditas dunia ini hanya bisa tumbuh di Indonesia, Thailand, Myanmar, dan Vietnam. Sejak cerita kesuksesan Paidi menekuni tanam porang, ramai orang dari berbagai daerah datang ke kediaman Paidi untuk "ngangsu kawruh" kepada Paidi.

Paidi, mantan pemulung yang jadi miliader ramai dibicarakan, suasana Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, tak pernah sepi tamu dari luar daerah.

Saban hari, dari berbagai profesi berbondong-bondong mendatangi desa yang berada 22 kilometer dari Kota Madiun itu. Paidi, seorang pemulung asal Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang sukses bertanam porang banyak menginspirasi para petani di seluruh Indonesia.

Tanaman umbian itu biasanya digunakan 80 persen untuk bahan makanan dan 20 persen untuk kosmetik. Umbi iles-iles mengandung glukomannan atau mannan, berupa polimer dari D-mannosa dan D-glukosa. Umbi iles-iles biasa dibuat gaplek atau tepung.

Tepung mannan merupakan tepung yang dibuat dari umbi iles-iles yang mempunyai kandungan glukomannan lebih tinggi dari pada komponen lain yang terdapat dalam tepung tersebut. Tepung ini diekspor ke Jepang dan China yang di sana dijadikan sebagai campuran makanan pokok. Ekspor juga dalam bentuk seperti gaplek.

Saking banyaknya tamu berkunjung rumahnya, kini disediakan buku tamu. Tiap hari ada ratusan tamu dengan tulisan nama dan asal-usul warga yang ingin berguru bertanam porang kepada Paidi.

"Sejak cerita saya viral, banyak yang berdatangan ke sini. Ada dari Sumatera, Lampung, Medan, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, hingga NTT. Tak ketinggalan banyak yang datang dari kabupaten di wilayah pulau Jawa," ujar Paidi, Jumat (25/10) siang.

Kerepotan banyak aktivitas, Paidi didampingi beberapa karyawan menemui tamu-tamunya yang datang dari sejumlah daerah di Indonesia.

Kebanyakan tamu yang datang lantaran penasaran dengan cerita kesuksesannya bertanam porang hingga menjadikannya seorang miliader. Selain itu, tamu yang datang juga bertanya bagaimana cara bertanam hingga prospek ke depan.

Ketenaran seorang Paidi tak hanya terangkat setelah viral di dunia maya. Paidi makin banyak dikenal orang setelah ia diundang menjadi narasumber dalam talkshow Kick Andy dan acara Hitam Putih milik Dedy Corbuzier.

Setelah tampil di acara talkshow dua stasiun televisi swasta itu, Paidi tak pernah sepi tanggapan dan kebanjiran pesan di nomor WhatsApp yang tertera dalam akun YouTube. Sehari warga yang mengirim pesan di nomor WhatssApp tembus 10.000 setiap hari. Sementara dalam satu hari orang yang meneleponnya mencapai ratusan orang.

Kewalahan menjawab ribuan pertanyaan yang dilontarkan warga lewat WhatssApp, ia merekrut satu warga di kampung halaman. Satu karyawan ditugasi khusus menjawab pertanyaan dari orang yang mengirim pesan via WhatssApp.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved