Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banyumas Daerah Penyandang Thalasemia Tertinggi di Jawa Tengah

Penyakit Thalasemia menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat lantaran jumlah penderitanya yang terus bertambah.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
Screaning Thalasemia kepada pelajar dan masyarakat Banyumas yang dipusatkan di Pendapa Sipanji, Purwokerto, Sabtu (2/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Penyakit Thalasemia menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat lantaran jumlah penderitanya yang terus bertambah.

Hal ini diakibatkan karena masih kurangnya informasi dan pemahaman masyarakat tentang penyakit generatif ini.

Ketua Pusat Yayasan Thalasemia Indonesia, Ruswandi mengatakan saat ini di Banyumas penyandang thalasemia mencapai 500 orang lebih, dan tertinggi di Jawa Tengah.

"Kami mengapresiasi Bupati Banyumas yang menginisiasi pencanangan Bulan Thalasemia.

Pencanangan ini pertama di Indonesia bahkan dunia," ujarnya saat menyambut acara pencanangan bulan Thalasemia di Banyumas di Pendapa Sipanji, Sabtu (2/11/2019).

MotoGP 2019 : Ada Pencuri di Sirkuit Sepang Malaysia, 6 Tim Balap Kehilangan Laptop hingga Sparepart

BREAKING NEWS: Afridza Munandar Calon Juara Asia Talent Cup 2019 Meninggal Kecelakaan di Malaysia

Udin Mengaku Beli Kampak Rp 100 Ribu untuk Bunuh Ayahnya Sendiri

Asik, Ada Wahana Kolam Renang Anak Baru di Edupark Karanganyar

Sementara itu Ketua Yayasan Thalasemia Indonesia Cabang Banyumas, Abdul Aziz Suparno mengatakan jika penyakit ini diturunkan ke anak, dari orangtua yang menderita thalasemia.

Namun demikian, menurutnya Thalasemia dapat dicegah dengan cara menghindari perkawinan antara pembawa sifat.

Oleh karena itu, salah satu upaya pencegahan harus dilakukan dengan cara skrining thalasemia melalui pemeriksaan darah.

Disamping itu perlunya edukasi pada masyarakat termasuk konseling sebelum pernikahan sangat diperlukan.

Penderita Thalasaemia mayor bisa mengalami sakit yang luar biasa.

Penderita harus menjalani transfusi darah seumur hidup minimal setiap bulan sekali.

Kondisi demikian menjadikan orang tua berkewajiban terus merawat, dan yang pasti memerlukan biaya yang tidak sedikit.

"Biaya berobat per anak bisa mencapai Rp 10 juta per bulan.

Jadi kalau dalam keluarga ada anak penderita thalasaemia mayor, sangat memberatkan ekonomi keluarga," imbuhnya.

Menyikapi perlunya menyebarluaskan bahaya penyakit Thalasemia itu, PT Prodia Widyahusada mendukung kegiatan dengan menggelar kegiatan sosialisasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved