Bertemu dengan KH Cholil Nafis saat Bahas Cadar, Permadi Arya: Tadi Saya Mau Ngegas, Tapi Nggak Jadi
Permadi Arya mengaku ingin memberikan statemen pedas terkait isu pelarangan menggunakan cadar bagi PNS. Namun, niat tersebut ia urungkan.
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Permadi Arya mengaku ingin memberikan statemen pedas terkait isu pelarangan menggunakan cadar bagi PNS.
Namun, niat tersebut ia urungkan kembali saat melihat ada sosok KH. Cholil Nafis.
Permadi Arya mengaku sangat menghormati Cholil Nafis.
Lalu, Permadi Arya mengatakan bahwa radikalisme merupakan persoalan luar biasa yang dihadapi bangsa Indonesia.
"Yang paling bahaya radikalisme dan terorisme," ujar Permadi Arya.
Setelah itu, Permadi Arya meminta izin untuk mencium tangan Cholil Nafis.
Setelah itu, Permadi Arya mengaku ia ingin memberikan statemen yang keras.
Melihat ada sosok Cholil Nafis, Permadi Arya langsung mengurungkan niatnya.
"Sebenarnya saya ingin ngegas, tapi ada Pak Kyai (Cholil Nafis) itu nggak boleh, nanti su'ul adab," ujar Permadi Arya sambil tersenyum.
Lalu, Permadi Arya melanjutkan argumennya.
Permadi Arya lantas mengutip ayat Alqur'an surat Al Azhab 59 dan An Nur 31 yang menyebutkan bahwa hijab perempuan diwajibkan menutup kepala hingga menutup dada.
" Itu hijab jenis syar'i, dari kepala hingga menutup dada, nggak ada di Al-qur'an diperintahkan hingga seluruh badan dan hanya mata yang keliatan itu nggak ada, " ujarnya.
Permadi Arya lantas mengaku kesal jika kebijakan Menteri Agama tersebut dinarasikan seolah-olah anti islam.
"Jangan dinarasikan bahwa kebijakan ini anti islam, karena cadar itu bukan syariat islam, dan kini masih diperdebatkan cadar itu syariat islam atau bukan," ujarnya.
Permadi Arya lantas mengutip pernyataan Dekan Al Azhar, Kairo Mesir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bertemu-dengan-cholil-nafis-saat-bahas-cadar-permadi-arya-tadi-saya-mau-ngegas-tapi-nggak-jadi.jpg)