Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bertemu dengan KH Cholil Nafis saat Bahas Cadar, Permadi Arya: Tadi Saya Mau Ngegas, Tapi Nggak Jadi

Permadi Arya mengaku ingin memberikan statemen pedas terkait isu pelarangan menggunakan cadar bagi PNS. Namun, niat tersebut ia urungkan.

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
Bertemu dengan Cholil Nafis saat Bahas Cadar, Permadi Arya: Tadi Saya Mau Ngegas, Tapi Nggak Jadi 

"Jadi dekan Universitas Al Azhar dari Mesir, beliau menyatakan bahwa cadar ini bukan syariat islam, cadar adalah produk yahudi," ungkpanya.

Permadi Arya lalu menunjukkan sebuah foto yang mengambarkan bahwa istri rabiah para yahudi mengenakan cadar.

Permadi Arya lalu mengatakan bahwa sebelum Islam datang, para Yahudi sudah menggunakan cadar.

"2000 tahun sebelum islam datang, Yahudi sudah menggunakan cadar, artinya apa, mohon maaf, itu orang-orang yang suka teriak mengucapkan selamat natal itu menyrupai kafir, pakai cadar sudah menyerupai yahudi," ujar Permadi Arya.

Permadi Arya mengatakan bahwa cadar itumerupakan bentuk fashion

"Menurut saya itu adalah bentuk fashion, pakai rok mini adalah bentuk fashion dari barat, pakai cadar bentuk fashion dari timur tengah," ujarnya.

Permadi Arya menilai jika sebuah pakaian atau fashion tidak bisa diregulasi ke ranah privat.

"Jadi saya pribadi berpendapat bahwa fashion itu tidak bisa diregulasi masuk ke ranah privat," ujarnya.

Sehingga Permadi Arya menilai jika cadar merupakan hak asasi manusia namun jika pemerintah melarang menurutnya itu sangat sah.

"Karena ini dasarnya fashion, maka itu hak asasi, orang mau pakai rok mini itu haknya dia, orang mau pakai cadar ya itu hak dia, jika pemerintah melarang karena aturan kepegawaian ya itu sah-sah saja, namanya pemerintahan," ujarnya.

Permadi Arya menilai bahwa kebijakan pemerintah itu untuk mencegah terjadinya terorisme.

"Apalagi pertimbangannya terorisme, memang kita akui, ketika bom di Surabaya itu videonya ngeri sekali. Pemerintah mungkin punya dasar, untuk mencegah terorisme dan disalahgunakan untuk terorisme, itu punya dasar, tapi sebenarnya itu ranah privat," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa narasi-narasi kebijakan Menteri Agama diartikan sebagai anti islam, menurutnya itu sangat ngawur.

"Saya nggak setuju, kalau kebijakan ini dinarasinya kebijakan anti islam, itu sangat bahlul, sangat ngawur, cadar itu bukan syariat Islam dan itu hak asasi," ujar Permadi Arya.

Sementara itu, Menurut Cholil Nafis caradr bukanlah ukuran ketaqwaan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved