Pedagang Sebut Pemkot Pekalongan Gagal Kelola Sentra Kuliner
Pemkot Pekalongan tengah gencar lakukan penataan pedagang. Tak terkecuali di kawasan Jatayu, yang kini tengah dikerjakan.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRUBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemkot Pekalongan tengah gencar lakukan penataan pedagang.
Tak terkecuali di kawasan Jatayu, yang kini tengah dikerjakan.
Tak tanggung-tanggung pendanaan untuk sentra kuliner di Jatayu mencapai Rp 1,7 miliar.
Ditambahkan lagi pendapatan retribusi yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Dindagkop UMKM) 2019 mencapai Rp 3 miliar lebih.
Meski terus melakukan pembangunan dengan dana miliaran rupiah, Pemkot dirasa gagal merawat dan meramaikan sentra kuliner yang sudah ada.
Seperti Kawasan Kuliner Djadoel, yang terletak di Jalan Bahagia Pekalongan Barat.
Fasilitas di Kawasan Kuliner Djadoel itu banyak yang sudah rusak.
• Wuri Pastikan Pembangunan Shelter UMKM di JLS Selesai Akhir November Ini
• Politisi PKS : Pengembangan Kawasan Industri Jateng Harus Imbang dengan Dana Penyelamatan Lingkungan
• Di Ajang CJIBF, Pemkab Tegal Jalin Komitmen Investasi Senilai Rp 2.19 Triliun
• Pemilu di Salatiga Kondusif, Kapolres Tutup Operasi Mantap Brata 2019
Bangku besi mulai berkarat serta kolam ikan yang ada terlihat keruh bak kubangan lumpur.
Menurut sejumlah pedagang, Kawasan Kuliner Djadoel tak pernah disentuh oleh pemerintah.
"Pembangunan sekitar tahun 2012, hingga kini tidak ada sentuhan dari pemerintah.
Boro-boro perbaikan besar, lampu pecah saja tidak diganti," jelas Ratimin (66) satu di antara pedagang,. Rabu (6/11/2019).
Dilanjutkannya, di Kawasan Kuliner Djadoel hanya terdapat enam pedagang yang masih bertahan.
"Dulu ya banyak, tapi semakin kesini hanya tersisa enam pedagang.
Maklum kondisinya sepi seperti ini, pasti tidak ada yang mau berdagang," paparnya.