Pemprov Jateng Sosialisasi Program Gerakan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng melalui Ketoprak

Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta kejadian stunting, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mempunyai gerakan Jateng Gayeng Nginceng

Pemprov Jateng Sosialisasi Program Gerakan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng melalui Ketoprak
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Seni ketoprak yang diadakan di Wisma Perdamaian Kota Semarang pun mengangkat tema 5Ng, Selasa (12/11/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi serta kejadian stunting, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mempunyai gerakan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng).

Seni ketoprak yang diadakan di Wisma Perdamaian Kota Semarang pun mengangkat tema 5Ng, Selasa (12/11/2019) malam .

Melalui seni ketoprak, pemprov ingin menyampaikan pesan bahwa untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting bisa ditekan dengan partisipasi dari sejumlah kalangan, tidak hanya pemerintah atau dinas kesehatan.

"Gerakan 5Ng yang diluncurkan Pak Gub (Gubernur Ganjar) ini sudah bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta stunting.

Kalau stunting bisa ditekan hingga 30 persen.

Harapan kami, dalam rangka kegiatan ini, penurunan lebih jauh lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo.

Seleksi CPNS Dimulai, Pendaftar di Kudus Banyak Berburu Wangsit

Manajemen Tak Pedulikan Teguran, Satpol PP Akhirnya Tutup Paksa Minimarket di Kendal

Bom Polrestabes Medan, Wakapolres Wonogiri : Kami akan Tingkatkan Patroli Gabungan

Residivis di Purbalingga Ini Kembali Ditangkap, Dulu Maling di Perusahaan Bulu Mata Kini Curi Helm

Pagelaran ketoprak yang menghadirkan pelawak sekaligus artis panggung, Yati Pesek itu diadakan pada acara puncak Hari Kesehatan Nasional ke-55.

Menurutnya, gerakan 5Ng ini merupakan sustainable development atau program berkelanjutan.

Harus diselesaikan lintas sektor, meliputi pendidikan, sosial, pemberdayaan, ekonomi, pertanian, dan sebagainya.

"Ini penting untuk menyiapkan generasi bangsa berkualitas itu dari awal, sejak di kandungan," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama dinkes memberikan penghargaan film pendek.

Media film yang berisi audio visual itu dinilai sebagai langkah promotif dan preventif dan bisa diviralkan di media sosial.

"Film merupakan media promosi kesehatan yang paling diminati masyarakat dan paling sesuai dengan teknologi komunikasi saat ini," kata Yulianto.

Lomba film kesehatan diharapkan menghasilkan film dengan pesan kesehatan yang mudah dipahami dan mengena di hati masyarakat sehingga akan tergerak mengikuti pesan yang disampaikan pada film tersebut.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved