Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengenal Kopi Capar Khas Salem Brebes, Ada Beberapa Varian dari Pahit hingga Jantan

Nama kopi Capar atau kopi Abah Capar diambilkan dari nama desa pemroduksi kopi tersebut yaitu Desa Capar, Kecamatan Salem, Brebes.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
tribun jateng/ M Zaenal Arifin
Seorang warga Desa Capar, Salem, Brebes, menunjukkan tanaman kopi yang sudah berbuah, Sabtu (16/11/2019) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Tak banyak orang tahu jika Kabupaten Brebes memiliki produk kopi.

Selain dikenal sebagai penghasil bawang merah dan telur asin, kabupaten yang terletak di ujung barat Jawa Tengah tersebut memiliki produk kopi unggulan yang dikenal dengan nama kopi Capar.

Nama kopi Capar atau kopi Abah Capar diambilkan dari nama desa pemroduksi kopi tersebut yaitu Desa Capar, Kecamatan Salem, Brebes.

Sebuah desa terpencil di tengah hutan di wilayah selatan Kabupaten Brebes.

Desa Capar berbatasan langsung dengan Desa Ciangir dan Ciberem, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kopi Capar merupakan kopi jenis robusta yang ditanam warga Desa Capar di lahan seluas 200,5 hektar meliputi lahan pribadi dan milik Perhutani.

"Dalam satu tahun, produksi kopi mencapai 20 ton yang dikelola sendiri. Itu belum termasuk yang dijual ke luar daerah melalui tengkulak," kata Kepala Desa Capar, Kusminta, kepada awak media yang berkunjung, Sabtu (16/11/2019) lalu.

Jantung Anda Sering Berdetak Kencang? Itu Efek Terlalu Banyak Minum Kopi, Berikut Penjelasannya

Obati Mata Bengkak Tak Perlu Ribet, Cukup Pijat Lembut Gunakan Kopi

Video Variasi Es Kopi Susu di Kedai Mas Bro Street Tlogosari Semarang

Desa Capar memiliki jumlah penduduk 800 orang meliputi 458 laki-laki dan 342 perempuan.

Sebagian besar penduduk desa tersebut bekerja sebagai petani dan pekebun dengan kopi sebagai komoditas utamanya.

"Pengembangan kopi di desa kami sudah sampai pengemasan yang dikelola oleh BUMDes. Namun, kami ada kendala yaitu infrastruktur jalan yang masih rusak serta kesulitas jaringan internet," ucapnya.

Kopi Capar jenis robusta diperoleh dari hasil panen warga.

Kopi yang siap dipanen memiliki ciri kemerahan.

Setelah dipanen, biji kopi kemudian dikeringkan dan disangrai menggunakan mesin yang dikelola BUMDes Giri Mulya.

Setelah disangrai, biji kopi tersebut kemudian diproduksi menjadi bubuk kopi.

Setelah itu, dilakukan pengemasan menggunakan kemasan plastik yang sudah berlabel Kopi Capar.

"Berawal karena keprihatinan kami melihat Desa Capar yang banyak produksi kopi tapi tidak ada yang mengolah. Dari situ, kemudian kami melalui BUMDes Giri Mulya memproduksi kopi dengan brand Abah Capar," kata Direktur BUMDes Giri Mulya, Cipto Edi Santoso.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved