Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengenal Kopi Capar Khas Salem Brebes, Ada Beberapa Varian dari Pahit hingga Jantan

Nama kopi Capar atau kopi Abah Capar diambilkan dari nama desa pemroduksi kopi tersebut yaitu Desa Capar, Kecamatan Salem, Brebes.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
tribun jateng/ M Zaenal Arifin
Seorang warga Desa Capar, Salem, Brebes, menunjukkan tanaman kopi yang sudah berbuah, Sabtu (16/11/2019) kemarin. 

Cipto mengungkapkan, Kopi Capar memiliki keunggulan ketinggian robusta dengan rasa agak mocca dan rempah kayu manis.

Penikmat Kopi Capar pun bisa memilih empat varian yang tersedia jika ingin menikmati berbagai rasa Kopi Capar.

Yaitu varian pahit yang sistem masaknya lebih lama, kedua medium tidak terlalu pahit, ketiga spesial mix yang sudah dicampur gula aren, dan keempat kasar yang diperuntukkan campuran susu.

"Kami juga ada spesial produk yaitu kopi luwak liar. Setiap tahunnya kami hanya memproduksi 10 kg saja, green been. Harganya lumayan lebih mahal," ungkapnya.

Selain itu, BUMDes Giri Mulya juga meproduksi Kopi Lanang atau Kopi Jantan untuk meningkatkan stamina pria.

Khususnya, untuk seseorang yang akan berhubungan badan.

"Untuk pemasaran offline, kami masih di wilayah Kecamatan Salem. Sementara untuk online, kendalanya Desa Capar masuk black spot sehingga tidak ada jaringan internet," paparnya.

Kendati demikian, Kopi Capar hingga saat ini telah menjadi produk unggulan Pemkab Brebes.

Pemerintah telah memfasilitasi pemasaran melalui berbagai pameran di berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Camat Salem, Nur Ary HY mendukung pengembangan produk kopi di Salem melalui berbagai upaya.

Selain Kopi Capar yang mulai dikenal luas, saat ini sudah berkembang enam produk kopi jenis robusta di enam desa lainnya di Kecamatan Salem.

"Dalam waktu dekat, kami akan membangun rumah kopi untuk mengumpulkan produk-produk kopi di Salem. Untuk promosi, transaksi, termasuk untuk pengembangannya," katanya.

Dikatakannya, sebenarnya 21 desa di Kecamatan Salem memiliki potensi kopi yang cukup besar.

Dari datanya, seluruh desa di Salem sudah memproduksi 1.203 ton biji kopi dari Januari-Juni 2019 ini.

Pada September lalu, produksi kopi mencapai 401,20 ton.

"Semua kopi jenis robusta. Ini potensi yang besar sehingga perlu dikembangkan menjadi kopi khas Salem," tandasnya. (Nal)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved