Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

DPRD Kabupaten Pekalongan

Bupati Asip : Hasil Supervisi KPK, APBD Kabupaten Pekalongan Dapat Ranking 9 se-Jateng

Hasil supervisi KPK baru-baru ini, nilai APBD Kabupaten Pekalongan menempati peringkat 9 di Jateng.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan saat menyampaikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka persetujuan bersama rancangan Perda tentang APBD Kabupaten Pekalongan TA 2020, di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (18/11/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Hasil supervisi KPK baru-baru ini, nilai APBD Kabupaten Pekalongan menempati peringkat 9 di Jateng.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga akan mendapat penghargaan dari KATADATA, sebuah vendor yang bergerak khusus mengamati APBD.

Di Indonesia hanya ada 3 yang mendapatkan penghargaan ini.

"Desember nanti kita insya allah akan mendapat penghargaan dari Mark Plus."

"Kemarin, belum lama kita mendapat penghargaan dari Pandu Negeri, karena tata kelola APBD dan itu adalah produk kita bersama," kata Bupati Pekalongan Arsip Kholbihi saat menyampaikan sambutan pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka persetujuan bersama rancangan Perda tentang APBD Kabupaten Pekalongan TA 2020, di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (18/11/2019) malam.

Bupati Asip menyampaikan, belanja daerah tahun 2020 direncanakan sebesar Rp 2.446.656.142.301, sehingga terjadi deffisit anggaran sebesar Rp. 127.667.309.431.

Menteri Syahrul Yasin Limpo Target Ekspor Sarang Burung Walet Naik 3 Kali Lipat dalam Setahun

Gerebek Judi, Anggota Polres Karanganyar Tangkap 4 Pemain, Bandar Melarikan Diri

Bentuk Apresiasi kepada Ayah, Mal Ciputra Semarang Undang Puluhan Mitra Gojek Cek Kesehatan Jantung

Kecelakaan Angkot Vs Vario di Ki Mangunsarkoro Semarang, Begini Kondisi Terakhir Korban

"Defisit ini akan ditutup melalui pembiayaan netto, sehingga secara riil defisit sebesar nol rupiah," ungkapnya.

Menurutnya dalam struktur belanja daerah ini, Kabupaten Pekalongan sudah cukup bagus antara belanja langsung dan belanja tidak langsung, antara belanja pegawai dan belanja modal.

"Dulu, kalau tidak salah, tahun 2016 belanja modal kita hanya Rp 250 miliar.

Sekarang belanja modal kita Rp 560 miliar."

"Belanja modal adalah belanja yang dialokasikan untuk publik.

Efeknya adalah ini bisa menekan angka kemiskinan yang sejak 7 tahun terakhir.

Dari data BPS Jawa Tengah, angka kemiskinan kabupaten Pekalongan turun sejak 7 tahun terakhir," ucapnya

Bupati Asip mengatakan angka penurunan kemiskinan pada tahun 2017-2018 adalah terbesar, yakni 2,35 %.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan saat ini juga mencapai 5,76%.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved