KISAH INSPIRATIF : Perjalanan Soto Pak Wito Sempat Tutup Kini Punya 45 Karyawan

Mempertahankan cita rasa khas kuliner puluhan tahun butuh penanganan khusus. Setyo Budi membuktikan hal itu.

KISAH INSPIRATIF : Perjalanan Soto Pak Wito Sempat Tutup Kini Punya 45 Karyawan
rival almanaf
Setyo Budi Rahayu (50) meracik soto di warung Soto Pak Wito, miliknya di Jalan Madukoro Raya Semarang, Sabtu (17/11/2019). 

"Ya itu di Jalan Senjoyo Kelurahan Bugangan, langsung pakai nama Pak Wito, dia bapak saya yang mewariskan resep soto," terang Setyo saat ditemui di ruko barunya, Sabtu (16/11/2019).

Perjalanan bisnisnya memang tidak serta merta jadi sukses.

Tahun 1998 ia sempat menutup warungnya. Krisis moneter membuatnya tidak sanggup lagi untuk membeli ayam.

"Saat itu daging ayam naik tiga kali lipat, sementara orang yang beli sedikit, rugi lalu sempat tutup," bebernya.

Meski demikian di awal tahun 2000an ia kembali merintis usahanya.

Dengan memanfaatkan bantuan permodalan dari sebuah perbankan, ia memulai lagi dari awal.

Tetap dengan nama Soto Pak Wito ia membuka warung baru di Jalan Hasanudin. Kali ini peruntungannya berubah. Ia kewalahan melayani pembeli yang berjubel terutama saat pagi hari.

"Saat itu kami cuma punya dua karyawan karena pembeli banyak saya coba buka cabang baru di tahun 2006 itu di Jalan Kapuran," tambah pria yang rambutnya sudah memutih tersebut.

Sejak pembukaan cabang baru itu Soto Pak Wito semakin tenar di kalangan masyarakat.

Permintaan untuk membuka cabang baru pun kemudian muncul. Satu per satu mulai dari Puri Anjasmoro, Kedungmundu, Bangkong, Ngaliyan hingga akhirnya di Madukoro.

Halaman
1234
Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved