Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Masuki Revolusi Industri 4.0, SMP Negeri 3 Bojong Pekalongan Ujian Sekolah Pakai Android

Dunia pendidikan, tak mau ketinggalan untuk menyiapkan diri dalam memasuki era revolusi industri 4.0, salah satunya yaitu SMP Negeri 3 Bojong yang ada

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dunia pendidikan, tak mau ketinggalan untuk menyiapkan diri dalam memasuki era revolusi industri 4.0, salah satunya yaitu SMP Negeri 3 Bojong yang ada di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

SMP Negeri 3 Bojong ini memanfaatkan teknologi, membuat aplikasi berbasis sistem operasi android penunjang ujian semester sekolah.

Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bojong Subekhi mengatakan pihaknya sudah dua kali menerapkan ujian berbasis komputer dan android.

"Ujian berbasis android tanpa kuota ini diterapkan, karena hasil data dari sekolah 88 persen anak didiknya sudah menggunakan android," kata Subekhi kepada Tribunjateng.com, (28/11/2019).

Kemudian, agar handphone pintar atau android yang dimiliki anak didiknya bisa ditingkatkan untuk perkembangannya.

Tersengat Listrik saat Pasang Atap, Hawin Terjatuh dan Derita Luka Bakar

Maraknya Pernikahan Dini di Tegal Disebabkan Hamil di Luar Nikah

Pemkab Karanganyar Beri Bantuan Alat Kebencanaan ke 27 Organisasi Relawan

Ini Alasan Kenapa UMKM Lebih Hemat Biaya Produksi Jika Pakai Jargas PGN

Karena, kalau dipakai untuk pembelajaran lebih bagus dan berharga.

"Tidak hanya itu, tuntutan kedepan ini anak harus bisa menggunakan IT dan menyosong perkembangan revolusi industri 4.0," ungkapnya.

Menurutnya, ujian menggunakan berbasis android ini juga bisa menghemat biaya ujian hampir 75 persen.

Hal ini, dikarenakan sekolah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli kertas buat ujian.

"Bahkan, ujian berbasis ini memudahkan guru dalam melakukan pengoreksian," jelasnya.

Subekhi mengungkapkan ada beberapa kendala dalam pengoperasian ujian berbasis android ini.

Pertama, sering lupanya anak mengisi username dan password.

Lalu, listrik padam pada saat ujian dan yang ketiga ada beberapa guru yang belum mampu mengoperasikan IT.

"Antisipasi kelupaan username dan password, sekolah sudah mempunyai database anak pada saat melakukan log-in.

Mengenai guru yang belum mampu mengoperasikan IT, sekolah buat tim untuk mengajari guru ya belum paham dengan tersebut," tuturnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved