Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Namanya Ani, Guru Gendang Cantik dari Purbalingga, Muridnya Mayoritas Pria dan Lebih Tua

Irama gendang menggema di ruang pendopo kecamatan Purbalingga Lor Purbalingga,(1/12) lalu.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Ani seniman gendang asal Purbalingga saat mengisi workshop gendang di Purbalingga lor 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Irama gendang menggema di ruang pendopo kecamatan Purbalingga Lor Purbalingga,(1/12) lalu.

Seorang gadis berhijab menabuh gendang.

Ia dikerumuni sejumlah pria yang hikmat mengamati keahliannya memainkan alat musik itu.

Ani Susiningtias nama gadis tersebut. Ia bukan tengah berpentas untuk menghibur khalayak.

Ani tengah melatih sejumlah pegiat seni di Kabupaten Purbalingga bermain gendang.

Menariknya, seluruh peserta pelatihan yang diampunya adalah kaum pria.

Usia mereka pun rata-rata lebih tua dari Ani yang baru berusia 25 tahun.

Ganjar Keluarkan Instruksi, Dispertan Salatiga Siap Berlakukan Larangan Konsumsi Anjing

Belum Ada Perda, 1 Orang Bisa Pesan 20 Titik Lahan Makam di Kota Semarang

Fajar Ingin Ada Denda buat Pengusaha yang Pasang Reklame Tak Berizin

Derita ODHA Bernama Aris di Sragen, Dikucilkan hingga Bantu Tetangga Hajatan pun Tak Boleh

Tetapi Ani dipercaya untuk menatar para seniman yang punya hobi sama.

Pemandangan ini tak biasa tentunya.

Umumnya gendang dimainkan oleh kaum pria pada grup musik Karawitan hingga orkes modern.

Terlebih untuk memainkan alat musik ini butuh energi ekstra yang identik dimiliki kaum laki-laki.

Tetapi Ani mampu mengubah persepsi itu.

Tangan halusnya nyatanya terampil memainkan alat musik itu.

Tabuhannya pun tak kalah bertenaga dengan penabuh dari lawan jenisnya.

Ia pun diakui sebagai satu di antara penabuh gendang terbaik di Kabupaten Purbalingga.

Meski Ani tak pernah mengakui kelebihannya.

Dalam workshop itu, Ani mengajarkan soal teknik dasar memainkan gendang.

Di situ, ia menitikberatkan pada seni bermain gendang gaya Banyumasan.

Menurut dia, permainan gendang di Banyumasan punya gaya atau kekhasan tersendiri yang membedakannya dengan gaya Surakartanan.

"Kalau di sini karena budayanya cablaka, apa adanya, ada suara hentakannya,"katanya

Ani Susinintyas mengatakan, ia hanya berbagi pengalaman dan pengetahuan yang didapatnya selama ini.

Ani mengaku mulai belajar gendang sejak duduk di bangku SLTA.

Kemampuannya dalam memainkan instrumen itu kian terasah saat ia melajutkan pendidikan tinggi di Institut Seni Indonesia (ISI).

Hingga lulus dan kembali ke kampung kelahiran, Ani masih menekuni hobinya itu dan bergabung dengan komunitas seni atau grup Karawitan di Purbalingga.

Ani yang garang saat memainkan gendang, bisa berubah lemah lembut saat menyanyikan tembang Jawa.

Iya, selain jago menggendang, Ani kerap didapuk sebagai sinden karena keahliannya mengolah suara.

Ia mengaku biasa mengiringi pementasan wayang.

Menurut Ani, banyak masyarakat yang belajar memainkan gendang secara otodidak, semisal bermodalkan mendengarkan irama gendang dari berbagai media.

Sehingga hasil yang dicapai kurang maksimal.

Padahal menurut Ani, sebagaimana instrumen lain, ada teknik atau rumus tertentu untuk memainkan gendang.

Teknik ini mesti dipahami bagi seorang yang ingin mahir memainkan gendang.

"Tidak asal nabuh dan bunyi tung.

Untuk menghasilkan bunyi tang, posisi jari bagaimana ada tekniknya," katanya. (aqy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved