Breaking News:

Dari Anggur Merah hingga Arak Dimusnahkan Polres Salatiga, Total 2.471 Botol

Polres Salatiga melakukan pemusanahan barang bukti berupa ribuan minuman keras (miras) dari berbagai merk, Kamis (19/12/2019).

TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Polres Salatiga saat melakukan pemusnahan ribuan botol miras menggunakan alat berat, di Mapolresta, Kamis (19/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Polres Salatiga melakukan pemusanahan barang bukti berupa ribuan minuman keras (miras) dari berbagai merk, Kamis (19/12/2019).

Miras yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil dari operasi cipta kondisi selama dua bulan terakhir.

Wakapolres Salatiga Kompol Kristanto mengatakan pemusanahan miras sebagai pengingat kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi minuman memabukkan karena dapat memicu permasalahan.

"Total ada 2.471 miras yang kami musnahkan dengan alat berat terdiri dari beragam jenis mulai anggur merah, congyang, vodka, kolesom, tuak, ciu, dan arak,"terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai memimpin Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2019 di Lapangan Bhayangkara Mapolresta Salatiga

Kompol Kristanto menyatakan pemusnahan miras juga sebagai bentuk preventif terhadap aksi kriminalitas terutama mendekati perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Tagihan Air Martha Capai Rp 18 Juta, PDAM Tirta Moedal Sebut Itu Tanggung Jawab Pelanggan

Festi Angkat Nilai Tragedi Kehidupan Jadi Tema Pentas Drama Bahasa Inggris UPGRIS

Bupati Banyumas Minta Target Pengumpulan Zakat Mencapai Rp 10,6 M pada 2020

Sepulang dari Sawah, Sugito Dapati Rumahnya Hancur Diterjang Angin Puting Beliung

Ia menambahkan, dampak mengkonsumsi miras atau obat-obatan yang dilarang juga dapat memicu kejahatan di jalanan, perkelahian, dan pemalakan.

"Ini semua miras kami sita dari penjual illegal di Kota Salatiga hasil operasi yang ditingkatkan selama dua bulan terakhir," katanya

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga Fakruroji menambahkan dalam rangka cipta kondisi menjelang perayaan Nataru ia berharap kerjasama semua pihak dapat benar-benar solid.

Terkait maraknya miras di Kota Salatiga dia mengaku prihatin karenanya dirinya mendorong adanya sanksi lebih tegas serta Satpol PP agar selalu memberikan pemantauan rutin.

"Makanya kami mendorong adanya sanksi terhadap penjualan miras secara illegal ini karena dampaknya sangat menganggu ketertiban ditengah masyarakat,"ujarnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved