Banjir Desa Trimulyo Sudah Mulai Surut, BPBD Demak Catat 430 Hektare Sawah Terdampak

Banjir telah surut setelah lima hari merendam Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, termasuk lahan persawahan warga.

Banjir Desa Trimulyo Sudah Mulai Surut, BPBD Demak Catat 430 Hektare Sawah Terdampak
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Lahan persawahan warga Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak yang terendam banjir, Senin (13/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Banjir telah surut setelah lima hari merendam Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, termasuk lahan persawahan warga.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, terdapat sekira 430 hektare lahan yang terdampak banjir dan diperkirakan kerugian mencapai Rp 1 miliar.

"430 hektare lahan tersebut berdasarkan laporan pemerintah desa masing-masing yang kami terima."

Dibangun Taman Wisata Sejarah Salatiga, Dance Minta Warga Pemilik Lahan Jangan Berebut Jual Lahan

Wacana Nelayan Pantura Bisa Cari Ikan di Perairan Natuna, HNSI Pekalongan: Perlu Banyak Pertimbangan

"Namun untuk usia padi berumur tiga bulan ke atas masih bisa menemui musim panen," jelas Kalakhar BPBD Kabupaten Demak, Agus Nugroho, Selasa (14/1/2020).

Dalam laporan BPBD Kabupaten Demak kerugian kerusakan lahan dari lima desa, yaitu Desa Trimulyo, Tlogorejo, Sidoharjo, Bumiharjo, dan Turitempel diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 1.285.700.000.

Agus menambahkan, jika usia padi di bawah satu bulan, kemungkinan besar akan mengalami gagal panen atau puso.

"Musim tanamnya beda-beda meskipun satu desa. Namun kami berharap, padi tidak mengalami puso setelah terendam air," jelasnya.

Tinjau Tanggul Jebol Sungai Babakan Brebes, Gubernur Jateng Temukan Pelanggaran Tata Lingkungan

Manfaatkan Tusuk Gigi, Warga Salatiga Ini Bikin Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah

Ia menjelaskan, warga Desa Trimulyo saat ini masih melakukan bersih-bersih rumah akibat lumpur yang ditinggalkan banjir.

Ia menambahkan, tiga dukuh di Desa Trimulyo yang paling banyak terdampak lumpur yaitu Dukuh Gobang, Solowire, dan Cangkring.

"Sedangkan desa desa di bawahnya terdampak limpasan air dari Trimulyo, sudah tidak ada lumpurnya atau jernih," terangnya. (Moch Saifudin)

Berpotensi Ancam Ratusan Jiwa, Penanganan Darurat Tanggul Kali Bodri Kendal Diupayakan, Ini Caranya

UKSW Kembali Buka Pendaftaran PPG Prajabatan Mandiri, Kouta Cuma 200 Peserta Tahun Ini

Empat Ruang Kelas Rawan Roboh di SDN Cangkring 02, Sekda Kabupaten Tegal Sebut Sudah Diinventarisir

Tingkatkan Layanan, 68 Perawat RSUD Kudus Belajar Lagi di Umku

Penulis: Moch Saifudin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved