Bupati Banyumas Beri Bantuan 2.851 Paket Sembako di Daerah Rawan Pangan dan Stunting

Bupati Banyumas, Achmad Husein menyerahkan secara simbolis bantuan bahan makanan kepada beberapa warga Sokaraja Banyumas, pada Kamis (16/1/2020).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
Bupati Banyumas, Achmad Husein menyerahkan secara simbolis bantuan bahan makanan kepada beberapa warga Sokaraja Banyumas, pada Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Bupati Banyumas, Achmad Husein menyerahkan secara simbolis bantuan bahan makanan kepada beberapa warga Sokaraja Banyumas, pada Kamis (16/1/2020).

Pemberian bantuan tersebut adalah dalam rangka kegiatan penanganan kemiskinan dan penyerahan bahan makanan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Widarso mengatakan jika kegiatan tersebut dilaksanakan di daerah rawan pangan dan lokasi stunting.

Markas KKB Papua Ditemukan, Semua Anggota Kabur saat Dengar Tembakan Pasukan TNI

Segini Isi Rekening Raja Keraton Agung Sejagat Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat 

Tagar Risma Trending Twitter, Netizen Salahkan Anies Soal Banjir Surabaya

Wahyu Setiawan Sebut Nama Arief Budiman dan Johan Budi dalam Sidang Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Hal itu karena menghadapi musim hujan yang mundur sehingga musim paceklik bertambah panjang.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati karena telah mengalokasikan dananya untuk kegiatan ini.

Karenanya alhamdulillah hari ini terealisasi dan mendapatkan bantuan bahan sembako," ujarnya sebagaimana dalam rilis, Kamis (16/1/2020).

Sembako yang diberikan adalah berupa beras dan telur sebanyak 2.851 paket.

Bantuan tersebut diberikan untuk masyarakat rawan pangan di 6 eks-kawedanan di Banyumas.

Saat menerima bantuan warga terlihat antusias dengan adanya bantuan sembako yang diberikan pemerintah daerah Kabupaten Banyumas.

"Semoga pemerintah Kabupaten Banyumas bisa lebih maju dan bisa terus melayani masyarakat dengan baik," ujar salah satu warga, Sarinah kepada Tribunbanyumas.com.

Sementara itu Bupati Banyumas, Achmad Husein menghimbau kepada warga untuk tidak menjual bantuan sembako yang telah diberikan.

Paket sembako tersebut dikonsumsi saja bersama keluarga sambil menunggu musim panen.

“Lah niki beras niki, telor niki ampun di dol. Didhahar nggih teng griyo kalih keluargane.

Anane pembagian sembako niki bapake ibune dadi sehat nggih.

Artinya dalam bahasa Indonesia Beras dan telor ini jangan di jual, dimakan saja dirumah bersama keluarga.

Adanya pembagian sembako ini supaya bapak ibu sehat semua," kata bupati. (Tribunbanyumas/jti)

Pilus : Mas Hendi Berpeluang Besar Dapat Rekomendasi dari DPP

Resolusi Pemasyarakatan 2020, Marasidin Sebut Remisi Belasan Ribu Napi Hemat Anggaran Rp 16,5 Miliar

Dorong Percepatan Bisnis Logistik, TPKS Dukung Pembatasan Long Stay

Agus Sebut Persoalan Utama Banjir Demak Tergantung Kondisi Aliran Sungai di Hulu

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved