Breaking News:

Dirintis Sekolah Ramah Anak, DP3AKB: Tahun Ini 10 SMP Kabupaten Semarang

DP3AKB Kabupaten Semarang merintis pembentukan 10 sekolah ramah anak tahun ini di Kota Bumi Serasi. Caranya seperti ini.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
DOK HUMAS PEMKAB SEMARANG
Staf Ahli Bupati Semarang Bidang Ekubang Setda kabupaten Semarang, Suratno bertukar cenderamata dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Junaenah dalam kunjungan kerja Komisi B DPRD di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Semarang, Senin (20/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang merintis pembentukan sekolah ramah anak tahun ini.

Sosialisasi rintisan sekolah ramah anak tahap awal berada di 10 SMP di Kabupaten Semarang.

Sekretaris DP3AKB Kabupaten Semarang, Muhammad Maskuri menuturkan, sekolah ramah anak dirintis untuk mengantisipasi kekerasan pada anak.

Penemuan Bayi Dalam Kardus di Cangkiran Semarang, Kuswanto Awalnya Mengira Suara Anak Kucing

419 ASN Pemkab Kudus Pensiun Tahun Ini, Catur Sebut Mayoritas Kalangan Guru

"Khususnya pada anak-anak di lingkungan sekolah," paparnya di sela kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Batang di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Semarang, Senin (20/1/2020).

Hal tersebut terasa perlu, mengingat menurut Maskuri ada pengaduan 153 kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Kabupaten Semarang, sepanjang 2019.

Ia menjabarkan, kasus kekerasan itu menimpa 112 perempuan, dan 41 anak-anak.

Kasus diterima tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), yang merupakan bagian dari instansinya.

Masih Ada 20 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Semarang, Gunadi Butuh Bantuan CSR

Mulai Tahun Ini, Tamu Luar Kota ke DPRD Wajib Menginap di Hotel Wilayah Kabupaten Semarang 

Selama menyelesaikan kasus tersebut, Maskuri mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan polisi serta kejaksaan.

"Saat ini beberapa kasus diputus oleh hakim pengadilan, sisanya proses penyelesaian," jelas dia.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Batang, Su'udi mengatakan pihaknya belajar sejauhmana tingkat pemberdayaan dan perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Semarang.

"Indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Batang masih tergolong rendah."

"Kami ingin mengetahui pola kebijakan pemberdayaan dan perlindungan anak dan perempuan yang ada di sini," terang dia. (Akbar Hari Mukti)

Kecelakaan di Semarang - Arif Lihat Mobil Honda Jazz Melaju Kencang, Serempet Pengendara Motor

Gelar Bangsawan Pangeran Harry Resmi Dicopot, Ratu Elizabeth Tetap Ingin Lakukan Ini

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved