Berita Jateng

Pelihara Burung Cucak Ijo Kini Wajib Didaftarkan, BKSDA Jateng: Paling Lambat Agustus

BKSDA Jawa Tengah membuka posko informasi dan pendaftaran bagi warga yang kini sedang memelihara burung jenis cucak ijo.

Pelihara Burung Cucak Ijo Kini Wajib Didaftarkan, BKSDA Jateng: Paling Lambat Agustus
BKSDA Provinsi Jawa Tengah
ILUSTRASI - Posko Kantor BKSDA Jateng yang berlokasi di Jalan Suratmo, Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah membuka posko informasi dan pendaftaran bagi warga yang kini sedang memelihara burung jenis cucak ijo.

Posko pendaftaran tersebut terbuka di tiga kota di Jawa Tengah yakni Semarang, Surakarta, dan Purwokerto.

BKSDA Jateng memberi batasan waktu paling lambat untuk mendaftar hingga Agustus 2020.

Apabila melebih waktu tersebut, urung cucak ijo yang diperlihara akan berstatus satwa ilegal dan dinyatakan melakukan pelanggaran hukum.

Persik Kendal Vs PSIS Semarang - Tiga Gol Bunuh Diri Antar Kemenangan Anak Asuh Dragan Djukanovic

Heboh Facebook Pekalongan, Dua Bocah Tunggangi Motor Plat Merah, Tanpa Gunakan Helm

Pria Asal Boja Kendal Ditemukan Tewas di Semarang, Keluarga: Asam Lambung Korban Sering Kambuh

Kepala BKSDA Jateng, Darmanto mengungkapkan, aturan tersebut sudah terlampir jelas dalam Peraturan Menteri (Permen) LHK Nomor 20 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Menurut dia, cucak ijo kini menjadi satu spesies burung yang wajib didaftarkan ke BKSDA.

Maka, para pemelihara diminta segera mengurus surat izin penangkaran.

"Cucak ijo selama ini merupakan spesies burung yang nyaris punah lantaran kerap diburu oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab."

"Untuk pendaftaran bisa ke kantor kami di Jalan Suratmo, Manyaran bagi wilayah Semarang raya," ungkap Darmanto kepada Tribunjateng.com, Minggu (9/2/2020).

Pada prinsipnya, kata Darmanto, burung cucak ijo ini telah ditetapkan jadi habitat yang dilindungi oleh pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved