Berita Karanganyar

Cek Rak Buangan Air Bawah Kulkas, Mungkin Jadi Sarang Jentik Nyamuk, Berpotensi Sebabkan DBD

Berdasarkan data yang diperoleh Tribunjateng.com dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, puluhan kasus DBD tersebar di sembilan kecamatan.

TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Karanganyar, Katarina Iswati. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - 33 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Karanganyar hingga awal Februari 2020.

Satu warga asal Kecamatan Gondangrejo meninggal dunia.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribunjateng.com dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, puluhan kasus DBD tersebar di sembilan kecamatan.

Kasus terbanyak berada di Kecamatan Jumantono dengan 11 kasus.

Ambisi Widyantoro Bawa Persijap Jepara Naik Kasta Musim Ini, Masuk Jajaran Klub Liga 1

Kartika Vedhayanto Direkrut PSIS Semarang? Sore Tadi Terlihat Sudah Gabung di Stadion Citarum

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Karanganyar, Katarina Iswati menyampaikan, kasus DBD tersebut yakni di Kecamatan Jumantono, Matesih, Karanganyar, Tasikmadu, Colomadu, dan Gondangrejo.

Pada Januari 2020 terdapat 25 kasus.

Sedangkan sampai awal Februari 2020 terdapat lima kasus.

Dari 33 kasus tersebut, diketahui satu warga Gondangrejo meninggal dunia lantaran terkena DBD.

Ia menjelaskan, penyakit DBD kebanyakan menjakit usia produktif mulai dari 11 hingga 50 tahun.

Jika dibandingan dengan penularan DBD, saat ini DBD banyak menjangkit usia produktif.

"Kalau dahulu anak-anak. Sekarang malah yang dewasa," katanya kepada Tribunjateng.com saat ditemui di Kantor DKK Karanganyar, Selasa (11/2/2020).

Jogging Track Hutan Kota Plumbungan Sragen, Tahap Pertama Dua Kilometer

Jelang Liga 2 2020 - Persijap Jepara Masih Butuh Enam Pemain Tambahan

Katarina mengimbau supaya masyarakat mewaspadai tempat-tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk seperti kamar mandi, penampungan (rak) buangan air di bawah kulkas, dan dispenser.

"Perlu dilakukan penguatan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)."

"Semisal dalam sehari semua warga serentak melakukannya. Kalau tempatnya kan sudah banyak yang tahu."

"Seperti kamar mandi dan genangan penampungan. Yang perlu diwaspadai itu, rak buangan air bawah kulkas dan dispenser," pungkasnya.

Lanjutnya, apabila ada potensi peningkatan penyebaran DBD di satu wilayah, pihaknya akan melakukan fogging sebagai upaya penanggulangan. (Agus Iswadi)

Dimulai Besok, Tes CPNS Kabupaten Pekalongan, Sekda: Jimat Tidak Bisa Bantu Peserta Lolos SKD

Terpilih Manajer Persiku Kudus, Sunarto Dijemput di Rumah, Masih Pakai Kain Sarung Temui Suporter

Tika Bravani Pemeran Denok di Tukang Ojek Pengkolan Hilang Peran, Emak Mae Sampai Mengunjunginya

Kisah Sumiyati Warga Semarang Berkali-Kali Ucap Syukur Mendapat Santunan Kematian Sebesar Rp 42 Juta

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved