Razia Penyakit Masyarakat

Ngaku Ibu dan Anak, Janda 40 Tahun Ngamar 4 Hari Bersama Remaja 17 Tahun Terjaring Razia Pekat

"Awalnya dia bilang wanita itu ibunya. Tapi ketika disesak kebenarannya, dia balik mengakui bahwa wanita itu bukan ibunya," tutur seorang anggota.

Ngaku Ibu dan Anak, Janda 40 Tahun Ngamar 4 Hari Bersama Remaja 17 Tahun Terjaring Razia Pekat
KOMPAS.COM
ilustrasi

TRIBUNJATENG.COM, JAMBI -  Seorang janda berusia 40 tahun, MM, rela datang jauh-jauh dari Jakarta ke Jambi untuk menemui teman prianya yang baru berusia 17 tahun, IR.

Setibanya di Jambi, wanita dewasa dan remaja tersebut sengaja mencari tempat sepi.

MM  dan IR menginap di sebuah hotel di Kota Jambi.

Temukan Kebahagian Baru Setelah Dipecat dari Dirut TVRI, Helmy Yahya: Saya Harus Move On

Tanggapan WHO Indonesia soal Nol Kasus Virus Corona di Tanah Air

Nikahi Warga Cilacap, Bule Belanda Ini Nafkahi Istri dengan Jualan Kebab di Teluk Penyu

Begini Reaksi Ariel NOAH Saat Ditanya Kapan Nikah: Gue Bukan Kaya Orang yang Belum Pernah Menikah

Selama dua hari, mereka berdua berada di kamar hotel.

Pasangan tanpa ikatan perkawinan itu digrebek anggota polsek saat razia penyakit masyarakat.

Razia pekat yang dipimpin Kapolsek Pasar, AKP Sandy Mutaqqin, itu mengamankan wanita MM (40) warga Jakarta Selatan dan pria IR (17) warga Kenali Asam Atas, Kota Jambi.

Awalnya, IR mengaku bahwa MM ibunya, namun belakangan saat didesak polisi, akhirnya dia mengakui MM bukan ibunya.

Ternyata, pasangan ini sudah booking hotel untuk empat hari.

Namun pada hari kedua di hotel, mereka sudah terjaring operasi penyakit masyarakat (pekat) Polsek Pasar.

MM mengaku berada di Jambi selama empat hari.

Halaman
1234
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved