Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dosen Unnes Dibebastugaskan Sementara

Debat Terbuka Pembebastugasan Dosen, Rektor Unnes Siap Terima Tantangan Sucipto Hadi Purnomo

Babak baru persoalan pembebastugasan sementara dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) bakal dimulai, debat terbuka bakal dilaksanakan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI TRIBUN JATENG/ABDUL ARIEF
Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Babak baru persoalan pembebastugasan sementara dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) bakal dimulai.

Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman menerima tantangan debat terbuka dari dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Dr Sucipto Hadi Purnomo.

Seperti diketahui, Dr Sucipto Hadi Purnomo diduga melakukan penghinaan dan menyebar ujaran kebencian terhadap Presiden RI, Joko Widodo.

Kutipan postingan Dr Sucipto Hadi Purnomo pada 10 Juni 2019 yang dianggap telah menghina Presiden Joko Widodo oleh Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman.
Kutipan postingan Dr Sucipto Hadi Purnomo pada 10 Juni 2019 yang dianggap telah menghina Presiden Joko Widodo oleh Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman. (DOK FACEBOOK SUCIPTO HADI PURNOMO)

Dr Sucipto diketahui mengunggah postingan di Facebook pada 10 Juni 2019 bertuliskan ''Penghasilan anak-anak saya menurun drastis tahun ini. Apakah Ini Efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?"

Pasca itu, Dr Sucipto pun menantang Prof Fathur untuk berdebat tentang unggahannya di media sosial tersebut, yang disebut sebagai penghinaan kepada Kepala Negara.

"Kalau soal debat saya terbuka saja karena saya memang senang keilmuan."

"Kalau itu inisiatif dari dosen, ya mangga (silakan) saja digelar," jelas Fathur, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (18/2/2020).

Menyoal Pembebastugasan Dosen Unnes, Awaludin Marwan Singgung Sakralnya Kebebasan Akademik

Mbah Hajjah Dibekap Bantal, Dikira Keponakan Bercanda, Ternyata Perampok

Pasien Diamputasi Pasca Tersengat Listrik, RSUD Wongsonegoro Semarang Sebut Susilowati Bukan PRT

Penipuan CPNS Kebumen - Yang Mulia Dapat Jatah Rp 150 Juta, Sudah Tipu 800 Orang

Menurut Prof Fathur, terkait debat atau diskusi di kampusnya sudah menjadi tradisi dalam mengkritisi suatu kajian ilmiah dengan melibatkan program studi, fakultas, lembaga penelitian dan universitas bahkan mahasiswa.

"Ini (diskusi) sudah hidup mentradisi di kampus kami, baik di tingkat prodi, fakultas, lembaga penelitian dan universitas bahkan mahasiswa," jelasnya.

Kendati demikian, Prof Fathur berujar, proses pemeriksaan terhadap terhadap Dr Sucipto masih terus berlangsung.

"Setiap dosen diduga melakukan disiplin tingkat berat dapat mengklarifikasi dalam pemeriksaan."

"Hasil pemeriksaan terus kami laporkan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara--Red) dan Kemendikbud," katanya.

Prof Fathur menyampaikan, kampusnya sangat tegas terhadap unggahan di medsos dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Unnes yang berisi penghinaan terhadap simbol NKRI dan kepala negara.

"Kami komitmen membangun Unnes sebagai kampus merdeka dengan SDM unggul berkarakter, termasuk cerdas bermedia sosial tanpa hoaks dan hate speech," ujarnya.

Sebelumnya, Dr Sucipto Hadi Purnomo, dibebastugaskan sementara dari jabatannya oleh Rektor Unnes, Rabu (12/2/2020).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved