Dosen Unnes Dibebastugaskan Sementara
Debat Terbuka Pembebastugasan Dosen, Rektor Unnes Siap Terima Tantangan Sucipto Hadi Purnomo
Babak baru persoalan pembebastugasan sementara dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) bakal dimulai, debat terbuka bakal dilaksanakan.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Babak baru persoalan pembebastugasan sementara dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) bakal dimulai.
Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman menerima tantangan debat terbuka dari dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Dr Sucipto Hadi Purnomo.
Seperti diketahui, Dr Sucipto Hadi Purnomo diduga melakukan penghinaan dan menyebar ujaran kebencian terhadap Presiden RI, Joko Widodo.
Dr Sucipto diketahui mengunggah postingan di Facebook pada 10 Juni 2019 bertuliskan ''Penghasilan anak-anak saya menurun drastis tahun ini. Apakah Ini Efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?"
Pasca itu, Dr Sucipto pun menantang Prof Fathur untuk berdebat tentang unggahannya di media sosial tersebut, yang disebut sebagai penghinaan kepada Kepala Negara.
"Kalau soal debat saya terbuka saja karena saya memang senang keilmuan."
"Kalau itu inisiatif dari dosen, ya mangga (silakan) saja digelar," jelas Fathur, seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (18/2/2020).
• Menyoal Pembebastugasan Dosen Unnes, Awaludin Marwan Singgung Sakralnya Kebebasan Akademik
• Mbah Hajjah Dibekap Bantal, Dikira Keponakan Bercanda, Ternyata Perampok
• Pasien Diamputasi Pasca Tersengat Listrik, RSUD Wongsonegoro Semarang Sebut Susilowati Bukan PRT
• Penipuan CPNS Kebumen - Yang Mulia Dapat Jatah Rp 150 Juta, Sudah Tipu 800 Orang
Menurut Prof Fathur, terkait debat atau diskusi di kampusnya sudah menjadi tradisi dalam mengkritisi suatu kajian ilmiah dengan melibatkan program studi, fakultas, lembaga penelitian dan universitas bahkan mahasiswa.
"Ini (diskusi) sudah hidup mentradisi di kampus kami, baik di tingkat prodi, fakultas, lembaga penelitian dan universitas bahkan mahasiswa," jelasnya.
Kendati demikian, Prof Fathur berujar, proses pemeriksaan terhadap terhadap Dr Sucipto masih terus berlangsung.
"Setiap dosen diduga melakukan disiplin tingkat berat dapat mengklarifikasi dalam pemeriksaan."
"Hasil pemeriksaan terus kami laporkan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara--Red) dan Kemendikbud," katanya.
Prof Fathur menyampaikan, kampusnya sangat tegas terhadap unggahan di medsos dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Unnes yang berisi penghinaan terhadap simbol NKRI dan kepala negara.
"Kami komitmen membangun Unnes sebagai kampus merdeka dengan SDM unggul berkarakter, termasuk cerdas bermedia sosial tanpa hoaks dan hate speech," ujarnya.
Sebelumnya, Dr Sucipto Hadi Purnomo, dibebastugaskan sementara dari jabatannya oleh Rektor Unnes, Rabu (12/2/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/debat-terbuka-rektor-vs-dosen-unnes.jpg)