Berita Solo
Hubungan Terlarang Terkuak Gara-gara Tangisan Bayi, Ditemukan Warga di Warung Ringroad Mojosongo
Niat hati Wahyu Ardi (18) untuk menyerahkan anak hasil hubungan gelapnya dengan sang pacar ke pantai asuhan tapi urung
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Niat hati Wahyu Ardi (18) menyerahkan anak hasil hubungan gelapnya dengan sang pacar ke pantai asuhan urung lantaran terlebih dulu ketahuan warga.
Warga memergoki sesosok bayi perempuan berada di sebuah warung di Jalan Ringroad, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Selasa (18/2/2020) malam.
Di saat yang bersamaan, Wahyu yang hendak meninggalkan bayi untuk membeli susu pun ditanya warga terkait keberadaan bayi.
• Detik-detik Pemotor Tewas Tertimpa Truk Molen di Candi Semarang, Kernet: Rem Blong
• Kisah Pilu Siswi SMA Buang Jenazah Bayi Hasil Hubungan Intim dengan Adik Kandung Kelas 6 SD
• Pasien Diamputasi Pasca Tersengat Listrik, RSUD Wongsonegoro Semarang Sebut Susilowati Bukan PRT
• Namanya Sempat Dipanggil Lewat Pengeras Suara, Ternyata Kadus di Wonosobo Tewas Tertimbun Longsor
Wahyu pun mengakui jika bayi yang dia bawa merupakan titipan dari orang lain.
"Kalau memang titipan orang lain, ayo dibawa ke Polsek," kata Kapolsek Jebres, Kompol Juliana, menirukan warga.
Saat di Mapolsek diinterogasi polisi, Wahyu akhirnya mengaku jika bayi yang dia bawa merupakan anak hasil hubungan terlarang dengan pacarnya, Intan (19).
Sang pacar tinggal di kos kawasan Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar.
"Wahyu bingung bayinya menangis terus.
Beberapa jam sejak bayinya lahir belum disusui," kata Juliana.
Bayi dengan berat 2,1 kilogram dan panjang sekitar 40 centimeter ini akhirnya dibawa ke Dokkes Polresta Solo.
Dokter di sana menyarankan untuk dibawa ke RS Hermina.
"Di RS Hermina bayi disarankan pulang karena bayi dalam keadaan baik dan sehat," kata Juliana.
Wahyu yang merupakan warga Tegalsari, Tegalgede, Karanganyar sudah menjalin hubungan cinta dengan Intan sebelumnya.
Karena hubungan yang terlampau dalam itu akhirnya Intan hamil.
"Awal-awal ada niat untuk digugurkan tapi tidak jadi," kata Wahyu.
Wahyu pun bertanggung jawab menikahi Intan karena sudah terlanjur hamil tapi Intan menolaknya.
Akhirnya keduanya berencana menyerahkan bayi yang nanti lahir kepada seseorang yang mau mengadopsi.
Cara lain adalah menyerahkannya kepada panti asuhan.
Pada Selasa (18/2/2020) sekitar pukul 09.00 WIB, Wahyu dikabari oleh Intan jika tanda-tanda melahirkan kian tampak.
Wahyu tidak langsung menuju ke kos Intan lantaran dia masih kerja.
Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, Wahyu pun izin pulang kerja untuk menuju kos Intan.
Sampai di sana, bayi dari perut Intan sudah lahir tanpa bantuan siapa pun.
Wahyu turut membantu membersihkan pascamelahirkan.
Kemudian mereka sepakat bayi itu diserahkan ke panti asuhan.
"Rencananya mau diadopsi orang tapi saat dihubungi tidak bisa.
Akhirnya mau saya serahkan ke panti asuhan," kata Wahyu.
Wahyu pun bingung mau dibawa ke panti asuhan mana.
Dia menggendong dengan rasa waswas lantaran sang bayi menangis terus saat berada di Jalan Ringroad Kelurahan Mojosongo.
Akhirnya saat dia hendak membeli susu, warga pun memergokinya.
Kemudian dibawa ke Polsek Jebres.
"Ini kedua orang tua Intan dan Wahyu sudah kami panggil.
Mereka sepakat untuk menikahkan keduanya.
Wahyu cuma menjalani pembinaan," kata Juliana. (*)
• Dibuka Pendaftaran Sekolah Full Gratis di 2 Kampus SMK Negeri Jateng, Ini Syaratnya
• Stadion Sultan Agung Bantul Sudah Dibooking, Laga Sriwijaya FC Vs PSIS Semarang Terancam Batal
• Penampilan Melly Pemeran Mbak Ayu di Tukang Ojek Pengkolan Beda Banget, Mirip Via Vallen Aslinya
• Ceritakan Suasana Pemakaman Ashraf Sinclair, BCL Sampaikan Satu Permintaan Pada Aming