Berita Batang
Proyek Jembatan Senturi Batang Molor, Kontraktor Didenda Rp 17,9 Juta per Hari
Proyek pembangunan Jembatan Senturi Kabupatan Batang kini telah mencapai 99,02 persen.
Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Proyek pembangunan Jembatan Senturi Kabupatan Batang kini telah mencapai 99,02 persen.
Pengerjaannya pun molor, dimana pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 19,7 Miliar itu ditargetkan selesai pada 25 Desember 2019 namun molor hingga Februari 2020.
"Memang proyek pembangunan tidak tepat waktu alias molor tetapi tidak melanggar aturan, hanya saja dari pihak kontraktor meminta perpanjangan waktu.
• Pengantin di Kudus Ini Kaget Usai Ijab Kabul, Tamu Tak Diundang Ini Bubarkan Resepsi Pernikahannya
• Sembilan Pemain Timnas Indonesia Dipulangkan Shin Tae-yong, Paling Banyak Asal Bali United
• Innalillahi, Korban Rumah Roboh di Semarang Meninggal Susul Ayah, Luka Parah Pinggang dan Kaki
• Bahasa Indonesia Makin Mendunia, Digunakan Klub Kasta Kedua Spanyol Sapa Penggemar
Insha Allah sampai 14 Maret 2020 selesai," tutur Bupati Batang Wihaji, saat meninjau proyek Jembatan Senturi, Jumat (21/2/2020).
Karena ada keterlambatan menyelesaikan proyek sesuai kesepakatan awal pihak kontraktor harus membayar denda Rp 17,9 Juta perhari.
"Sampai sekarang mereka harus membayar ke kas daerah mencapai Rp 735 juta yang harus dibayarkan," jelasnya.
Wihaji pun mengatakan pembangunan jembatan akan bermanfaat untuk masyarakat pesisir yang mayoritas pekerjaannya nelayan.
Selain itu, Pemkab juga menambah keindahan guna mendukung tahun kunjungan wisata, jembatan akan dilengkapi dengan selfi corner dan permainan lampu hias.
"Jembatan Seturi memang sangat penting bagi nelayan Batang, selain digunakan sebagai jembatan penyebarangan, karena jembatan sudah ditinggikan maka sekarang tidak lagi menenggelamkan kapal kalau mau lewat jembatan tersebut," imbuhnya.
Semantara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Ketut mariadji menjelaskan molornya penyelesainya ada beberapa faktor diantaranya, cuaca, pembuatan akses jalan untuk pekerja galangan kapal, sehingga memperlambat pekerjaan.
"Pembangunan jembatan sendiri dengan ditinggikan sekitar 10,5 meter, sudah 99,02 persen jadi sekarang masuk tahap finishingnya, ini juga sudah bisa dileeati kendaraan," pungkasnya. (din)
• Polri Serempak Tanam Pohon Se-Indonesia, Kapolda Jateng dan Pangdam Turun ke Pantai Pungkruk Jepara
• Musim Tanam Sempat Mundur, Bulog Jateng Pastikan Pasokan Beras Aman
• Masih Ada 175 Unit Stok 2019 Mobil Mitsubishi di Kota Semarang, Sun Star Motor Obral DP 0 Persen
• Ini Dia Beras Fortifikasi, Produk Baru Bulog Jateng untuk Cegah Stunting