Berita Demak
Warga Dukuh Mondoliko Tak Lagi Terisolir, Pemkab Demak Bangun Jembatan Apung
"Dengan tersambungnya kembali dua dusun oleh jembatan apung, diharapkan perekonomian masyarakat kembali normal."
Penulis: Moch Saifudin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Ombak besar yang menerjang wilayah Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak beberapa waktu lalu membuat jembatan penghubung antardesa runtuh.
Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk bagi warga Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Dimana dihuni lebih dari 100 kepala keluarga (KK).
• Oei Min Gie Akui Jual Kosmestik Tanpa Izin Edar, Terancam Pidana 10 Tahun Penjara
• Seruan Moral Profesor Unnes, Prof Suyahmo Berkeberatan Namanya Dicatut, Bakal Ajukan Tuntutan
• 7 Pelajar Pesta Congyang di Depan Kantor Damkar Semarang, Lepas Penat Seusai Ujian Praktik Sekolah
"Warga terisolasi dan tidak dapat keluar maupun masuk dukuh."
"Sementara ini menggunakan jembatan apung," jelas Kades Bedono, Agus Salim melalui sambungan seluler kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/2/2020).
Lanjutnya, jembatan apung tersebut selesai Senin (24/2/2020).
"Jembatan sementara ini dari kayu dan bambu dengan penyangga dari tong."
"Sehingga dapat mengambang di air tanpa takut terkena terjangan ombak," terangnya.
Upaya keberadaan jembatan apung ini, lanjutnya, masyarakat Dukuh Mondoliko tidak terisolasi lagi seperti sebelumnya sembari menunggu jembatan utama dibangun.
"Dengan tersambungnya kembali dua dusun oleh jembatan apung, diharapkan perekonomian masyarakat kembali normal."
"Demikian pula dengan kehidupan warga juga kembali normal."
"Sembari menunggu dibangunnya jembatan permanen yang baru," ujarnya.
• Lagi, RSUP Kariadi Semarang Tangani Pasien Gejala Klinis Suspect Corona, Berstatus Pengawasan
• Ade Mendadak Sulit Dihubungi, Padahal Korban Menikah Seminggu Lagi, DP Rp 42 Juta Lenyap
• Rakor Penanganan Banjir, Pemkot dan Pemkab Pekalongan Gunakan Cara Integritas Ini
Putusnya jembatan penghubung Dukuh Mondoliko, Desa Bedono, ini terjadi pada Minggu (26/1/2020) pagi.
Setelah dihantam gelombang tinggi beberapa hari terakhir.
Hingga Senin (24/2/2020) pagi, jembatan sepanjang 20 meter tersebut, tergerus ombak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jembatan-apung-dukuh-mondoliko-demak.jpg)