Berita Semarang
Tanah Bergerak, Rumah dan Akses Jalan di Perumahan Graha Ariabima Ungaran Rusak
Tanah Bergerak, Rumah dan Akses Jalan di Perumahan Graha Ariabima Ungaran Rusak
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bencana tanah bergerak merusak beberapa rumah dan akses jalan di Perumahan Graha Ariabima, Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Akibat dari tanah bergerak tersebut, tembok rumah retak, ambles, dan akses jalan di perumahan tak bisa dilewati.
Saat Tribun Jateng berada di perumahan tersebut, Senin (9/3/2020), tampak tembok-tembok rumah perumahan retak, plafon berjatuhan, posisi rumah miring, juga lantai rumah retak.
• Gagal Rampok Mobil, Begal Jerat Leher Driver Grab Boyolali Pakai Kabel USB dan Tusuk Perut Sisi Kiri
• Kena Pukulan Bertubi-tubi, Bagian Kepala Petarung UFC Wanita Ini Bengkak Tak Berbentuk
• Janda Sebatangkara Meninggal di Kamar Mandi, Sempat Digigit Biawak, Baru Dapat Arisan PKK 600 Ribu
• BREAKING NEWS: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pinggir Jalan Tol Muktiharjo Semarang
Selain itu akses jalan terutama di blok D perumahan itu rusak berat karena ambles.
Sehingga jalan tersebut tak bisa dilalui kendaraan bermotor.
Warga perumahan yang terdampak tampak lesu meratapi rumahnya yang rusak.
Beberapa warga pun sudah ada yang mengosongi rumahnya untuk mengungsi ke tempat lain.
Adapun mereka yang masih bertahan membersihkan plafon yang berjatuhan dan kotoran di rumah mereka.
Salah satu warga perumahan yang rumahnya rusak karena tanah bergerak, Wahyudi, mengaku tanah bergerak paling parah terjadi Minggu (8/3/2020) malam.
Saat itu dirinya sedang berada di rumah bersama keluarga.
"Tiba-tiba rumah getar, plafon berjatuhan, ternyata tembok menjadi retak dan rumah menjadi miring," paparnya.
Ia pun bersama keluarga langsung keluar rumah.
Ia yang tinggal di blok D perumahan itu terkejut sebab akses jalan di depan rumahnya turut ambles.
"Sampai saat ini jalan depan rumah tak bisa dilewati kendaraan bermotor karena ambles cukup dalam," katanya.
Setelah berkoordinasi dengan warga lain dan juga pengembang perumahan, keluarganya lalu diizinkan mengungsi di 1 rumah di blok E perumahan yang tak terkena dampak tanah bergerak.