Breaking News:

Berita Semarang

Setelah Tenggak Ciu, 4 Remaja Putri Putus Sekolah di Semarang Rampas Handphone Pelajar

Empat remaja putri melakukan aksi perampasan handphone di Jalan Taman Maluku Semarang atau di depan SMP Institut Indonesia, Kamis (12/3/2020) sekira p

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat remaja putri melakukan aksi perampasan handphone di Jalan Taman Maluku Semarang atau di depan SMP Institut Indonesia, Kamis (12/3/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

"Empat pelaku masih remaja yang putus sekolah, sekarang sudah kami amankan di kantor Polsek Semarang Timur," terang Plt Kapolsek Semarang Timur, Iptu Budi Antoro kepada Tribunjateng.

Budi melanjutkan para pelaku masing-masing berinisial SE (16) warga Kelurahan Rejosari Kecamatan Semarang Timur, A (16) warga Bugangan Semarang Timur, SL (16) Kampung Tambak Lorok Semarang Utara dan HD (14) warga Rejosari Semarang Timur. Sedangkan korban M (13) warga Gayamsari.

Menteri Nadine Dinyatakan Positif Virus Corona, Jalani Isolasi Secara Mandiri

Kabar Terbaru Lydia Pratiwi yang Dipenjara Karena Bunuh Kekasih, Jadi Mualaf dan Akan Segera Bebas

Bripka Asep Polisi yang Viral Jadi Imam di Sel Tahanan Dipanggil Kapolri, Langsung Dapat Tawaran Ini

Kisah AKP Sutono Kejar Mobil Terobos Lampu Lalulintas di Pekalongan, Ternyata Bawa Wanita Sakit

"Sebelum melakukan hal tersebut pelaku minum ciu di jembatan Kaligawe setelah itu mereka menuju SMP Institut Indonesia untuk mencari teman seorang pelaku dengan menggunakan motor Vario," imbuh Budi.

Berhubung tidak bertemu dengan teman yang dicari, lanjut Budi, para pelaku menghampiri korban yang saat itu sedang menunggu jemputan orang tuanya bersama saksi.

"Seorang pelaku meminta secara paksa handphone milik korban, setelah berhasil merampas handphone tersebut pelaku lari meninggalkan korban."

"Lantas korban berteriak-teriak sehingga pelaku membuang handphone tersebut dan berusaha kabur tetapi berhasil ditangkap massa, lalu mereka diserahkan ke Bhabinkamtibmas yang ditindaklanjuti Polsek," ungkapnya.

Dijelaskan Budi, korban yang diwakili orang tuanya tidak menuntut perkara tersebut ke jalur hukum, namun diselesaikan secara kekeluargaan.

Alasan orang tua korban lantaran para pelaku masih dibawa umur dan berjenis kelamin perempuan seperti anaknya.

Menurut Kapolsek, orang tua korban hanya menegaskan para pelaku harus dibina Kepolisian.

"Kami melakukan pembinaan dalam bentuk pemberian arahan, membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan kejahatan sekaligus harus wajib absen dengan mengikuti apel setiap Senin dan Kamis," bebernya.

Sedangkan orang tua Saksi, Triono menuturkan anaknya berinisial ED (12) ketika kejadian bersama korban M (13), mereka berdua sedang menunggu jemputan orang tua masing-masing selepas pulang sekolah.

Berdasarkan keterangan anaknya, saksi dan korban sedang duduk di depan SMP Institut Indonesia, tiba-tiba dihampiri empat pelaku sekira pukul 14.30 WIB.

"Anak saya sempat diminta handphonenya juga yang saat itu ditaruh di saku baju namun anak saya melawan sehingga hanya korban yang berhasil dirampas," paparnya. (Iwn)

6 Perusahaan Baru di Jawa Tengah Dapat Fasilitas Kawasan Berikat

Kementerian LHK Segel Lahan 3 Perusahaan Pemanfaat Limbah B3 di Karangdawa, Kabupaten Tegal

Kabar Gembira, Klinik Polres di Wilayah Polda Jateng Dibuka Untuk Umum, Layani Peserta JKN-KIS

Segini Tarif Pijat Plus-plus Khusus Gay yang Dibongkar Anggota Ditreskrimsus Polda Jateng

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved