Wabah Virus Corona

Cara Pengusaha Resto dan Kedai Kopi di Semarang Agar Bisnis Bertahan di Tengah Wabah Virus Corona

Kebijakan social distancing yang diberlakukan Pemerintah untuk meminimalisir penyebaran virus corona, menyebabkan para pelaku usaha di sektor restoran

TRIBUN JATENG/RUTH NOVITA LUSIANI
Tampak depan kafe Atlas & Co, terlihat seorang karyawan sedang menjaga meja kasir. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebijakan social distancing yang diberlakukan Pemerintah untuk meminimalisir penyebaran virus corona, menyebabkan para pelaku usaha di sektor restoran hingga kedai kopi harus memutar otak mencari solusi agar bisnisnya tetap berjalan dan terhindar dari penyebaran virus corona.

“Hal yang dilakukan oleh kedai kopi Kulo yaitu saat ini menerima pembelian khusus untuk dibawa pulang atau take away saja,” tutur Manager kedai kopi Kulo, Alfin Natanael kepada Tribun Jateng, Rabu, (25/3/2020).

Dilanjutkannya penetapan kebijakan terbaru dari kedai kopi Kulo ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, di mana kedepannya akan melihat terlebih dahulu situasi dan kondisi yang terjadi.

Penggali Kubur yang Layani Keluarga Presiden Jokowi Justru Protes Jika Dibayar, Ini Alasannya

Cerita Driver Ojol di ILC Soal Mbak Semalam yang Pesen Makan, Audiens Langsung Bertepuk Tangan

Pemuda Brebes Meninggal di Mess Karyawan di Semarang, Sempat Mengeluh Sakit Perut dan Muntah-muntah

Pasien Positif Corona di Semarang Naik, Hendi : Kalau Beli Makan atau Belanja Delivery Aja

Hal ini dipilih untuk dilakukan demi meminimalisir adanya kontak fisik dan menghindari penyebaran virus corona.

Sedangkan untuk di kafe Atlas & Co, Operational kafe Atlas & Co, Johanes Septandrian Doverianto memilih untuk melakukan penyemprotan disinfektan, memperpendek jam shift dari yang semula pukul 09.00-24.00 WIB menjadi 11.00-22.00 WIB, serta melakukan penataan meja dengan memberi jarak 1 meter.

“Kedepannya kami akan melihat situasi terlebih dahulu, apabila semakin tidak kondusif mungkin kami akan memilih untuk tutup sementara mengingat keselamatan berbagai pihak,” ungkap Andri.

Hal berbeda dilakukan restoran Mie Clubbing.

“Dalam situasi seperti ini, restoran kami memilih untuk meningkatkan program dibawa pulang (take away) atau pengiriman (delivery) melalui layanan ojek online atau dengan armada yang kami miliki,” tutur Manager Restoran Mie Clubbing, Zakhul Mizwar.

Dengan adanya kebijakan yang dipilih tersebut, Zakhul mengatakan saat ini para pembeli lebih dominan untuk melakukan pembelian dengan cara take away sebesar 60 persen.

Beberapa langkah tersebut dilakukan oleh para pelaku bisnis demi berjalannya bisnis yang mereka miliki di tengah-tengah wabah virus corona. (ute)

Efek Domino Virus Corona, Restoran hingga Kedai Kopi di Semarang Alami Penurunan Penjualan

Sambil Ciumi Bendera Merah Putih, Bupati Banjarnegara Ajak Tenaga Medis Jihad Lawan Virus Corona

Dampak Virus Corona, Omset Pengusaha Warteg di Kota Semarang Turun Drastis hingga 70 Persen

Karena Wabah Virus Corona, Seluruh Masjid di Jateng Bakal Tiadakan Salat Jumat Pekan Ini

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved