Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ibunda Jokowi Meninggal

Keluarga Minta Pengurus Bersihkan Cungkup Makam Ibunda Jokowi Setiap Hari Kamis

Jenazah almarhumah Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo dimakamkan di samping makan almarhum suaminya, Widjianto Notomiharjo.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo dimakamkan di samping makam almarhum suaminya, Widjianto Notomiharjo.

Jenazah Eyang Noto tiba di Astanalaya Asem Guwong Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2020) pukul 13.00.

Setibanya di komplek pemakaman, peti jenazah lantas diangkat enam anggota Paspampres.

Mereka melangkah tegap menuju ke dalam cungkup berukuran sekitar 10 meter x 10 meter untuk memulai prosesi pemakaman.

Penggali Kubur yang Layani Keluarga Presiden Jokowi Justru Protes Jika Dibayar, Ini Alasannya

Penggali Kubur Kabur Takut Tertular, Wabup Nur Bantu Pemakaman Jenazah Pasien Positif Corona

1 Warga Positif Corona, Kota Tegal Local Lockdown 4 Bulan, Seluruh Perbatasan Ditutup, Kecuali Ini

Cerita Driver Ojol di ILC Soal Mbak Semalam yang Pesen Makan, Audiens Langsung Bertepuk Tangan

Jokowi berjalan di belakang Paspampres didampingi putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka yang membawa pigura foto mendiang sang nenek.

Prosesi pemakaman berlangsung sekira 45 menit.

"Pak Presiden menerima jenazah langsung di liang lahat. 

Membuka kain kafan, adzan, dan berdoa.

Dibantu dua orang (penggali kubur), Pak Jokowi menerima bagian kepala (jenazah).

Bajunya kotor itu karena masuk ke dalam (liang lahat)," kata Sutarman mantan Kades Selokaton sekaligus pengurus makam keluarga kepada Tribunjateng.com.

Sutarman mengungkapkan, tidak ada prosesi khusus dalam pemakaman Eyang Noto.

Dia begitu kaget mendengar kabar meninggalnya Eyang Noto, kemarin.

Mengingat pagi hari, Eyang Noto masih berada di rumah.

Baru dibawa ke Rumah Sakit Slamet Riyadi (DKT) Solo pada siang hari. 

"Terus terang kaget saat mendengar kabar meninggalnya ibu dari Jokowi.

Saya ketemu terakhir dua bulan lalu," kenangnya.

Dijelaskannya, gundukan makam Eyang Noto akan diberi kijing setelah seribu hari penguburan. 

Sesuai permintaan keluarga, cungkup makam keluarga akan dibersihkan setiap Kamis.

Sutarman menuturkan, cungkup makam keluarga Jokowi dibangun oleh kakeknya, Lamidi Wiryo Miharjo.

Jauh sebelum Jokowi menjabat Walikota Solo pada 2005 silam.

Sebelum prosesi pemakaman, kawasan Astanalaya disemprot disinfektan tiga kali.

Puluhan karangan bunga tertata rapi di kedua sisi jalan akses menuju kawasan komplek pemakaman keluarga besar Jokowi. 

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi menyampaikan, untuk menghindari adanya kerumunan, warga disarankan untuk berdoa di rumah masing-masing.

"Penyemprotan disinfektan kerja sama dengan Kodim 0727, BPBD serta Damkar Karanganyar.

Kemarin malam, tadi pagi dan siang ini sudah disemprotkan di sekitaran kawasan makam," katanya kepada Tribunjateng.com.

Paurkes Polres Karanganyar, Ipda subyanto menambahkan, untuk pemeriksaan kesehatan para pelayat yang datang, pihaknya bekerja sama dengan pihak Kodim 0727, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dan petugas kesehatan Puskesmas Gondangrejo serta Colomadu.

"Yang masuk harus skrining.

Setelah pengukuran suhu tubuh, selanjutnya masuk bilik sterilisasi dan masuk ke tempat pengeringan.

Ada cairan disinfektan, masuk satu-satu," terangnya.

Sambungnya, itu dilakukan untuk mengurangi virus yang ada dipakaian para pelayat.

Kemudian para pelayat diarahkan menuju ke tempat cuci tangan.

"Ada tiga tempat cuci tangan yang disediakan.

Dua hand sanitizer juga disiapkan di depan cungkup.

Selain itu para personel juga membawa hand sanitizer," imbuhnya. (Ais)

Sambil Ciumi Bendera Merah Putih, Bupati Banjarnegara Ajak Tenaga Medis Jihad Lawan Virus Corona

1 Pasien di Cilacap Positif Virus Corona, Pemkab : Percuma kalau Warga Tak Patuhi Imbauan Pemerintah

Hanya Banjarnegara di Wilayah Banyumas Raya yang Belum Ditemukan Pasien Positif Virus Corona

PO Bus di Tegal Pun Merasakan Dampak Virus Corona, Sehari Cuma Dapat 10 Penumpang ke Jakarta

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved